Foto: cnbc
Harga Kakao Melonjak, Bagaimana Nasib Petaninya?
Beberapa produsen cokelat pernah menyatakan bahwa mereka memiliki program berkelanjutan dan holistik yang bertujuan menjaga keberlanjutan kakao dengan membantu meningkatkan kesejahteraan petani kakao di Indonesia.
Dilansir dari liputan6, Salah satu produsen cokelat memberikan solusi dengan pendekatan seperti melindungi tanaman kakao dari dampak perubahan iklim, mengoptimalkan penggunaan lahan, memperkenalkan teknik panen yang lebih baik, menyediakan bibit unggul, serta memberikan pelatihan guna meningkatkan kualitas dan produksi kakao.
Namun bagaimana kondisi sebenarnya para petani kakao di Indonesia saat ini, mengingat mereka adalah penghasil bahan utama pembuatan cokelat? Menurut Dr. Soetanto Abdoellah, Ketua Umum Dewan Kakao Indonesia, keadaan petani kakao di Indonesia cukup baik, meski beberapa waktu lalu mengalami tantangan karena serangan hama penggerek buah kakao (PBK) dan penyakit busuk buah, yang menyebabkan kerugian hasil panen.
Bahkan ada sebagian petani yang memilih menggantikan tanaman kakao mereka dengan tanaman lain seperti kelapa sawit, padi, dan jagung. "Ketika itu, harga biji kakao kering asalan berkisar antara Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram.
Namun saat ini harganya telah naik menjadi Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram, sehingga petani yang tetap bertahan dengan tanaman kakao kini dapat menikmati kondisi yang lebih baik," jelas Soetanto.
Soetanto juga menjelaskan bahwa pada dasarnya tidak ada perbedaan besar antara petani kakao dan petani tanaman lain. Umumnya, petani kakao juga menanam tanaman lain, baik pada lahan terpisah dari kakao maupun dengan sistem tumpangsari atau intercrop bersama kakao.
