Kacang Kenari Timurasa
Keunggulan Kacang Kenari Maluku
Indonesia memiliki jenis kacang kenari lokal yang berasal dari Maluku. Dilansir dari chatnews, kacang kenari ini berbeda dari kenari impor atau kenari modern yang umumnya dikenal, karena ukurannya yang lebih kecil.
Di Maluku, kacang kenari sering digunakan sebagai bahan tambahan dalam berbagai hidangan tradisional.
Masyarakat setempat menggunakannya sebagai campuran dalam acar sayuran atau sambal kacang untuk hidangan seperti ulang-ulang, mirip dengan gado-gado.
Selain itu, kenari juga sering dijadikan bahan tambahan dalam pembuatan kue atau sebagai topping.
Kenari juga ditaburkan di atas minuman khas Maluku, air guraka, yang menyerupai wedang jahe.
Dahulu masyarakat Maluku juga membuat minyak dari biji kenari untuk memasak dan menggoreng, meskipun kini hal itu jarang dilakukan karena minyak kelapa lebih mudah didapatkan dan proses pembuatan minyak kenari hanya menghasilkan sedikit.
Selain dijual dalam bentuk kacang siap makan, masyarakat Banda juga mengolahnya menjadi halua kenari, yaitu camilan manis yang terbuat dari campuran kenari dengan gula karamel.
Halua kenari ini sangat populer sebagai oleh-oleh karena daya tahannya yang lama dan rasanya yang lezat.
Meskipun kenari Maluku memiliki potensi yang besar, variasi produk makanan berbasis kenari masih terbatas.
Mariska Tracy, jebolan MasterChef Indonesia, membuat inovasi kuliner menggunakan kenari lokal ini. Awalnya, Mariska terkejut mengetahui keberadaan kenari lokal tersebut.
Selama ini, Mariska sudah sering menggunakan kenari dalam masakannya, namun yang biasa ia temukan adalah kenari impor.
Ketika ia mencoba kenari Maluku, ia mendapati perbedaan yang mencolok. Kenari Maluku memiliki ukuran yang lebih kecil, kulitnya mudah dikupas, dan lebih praktis untuk dimakan langsung tanpa perlu diolah terlebih dahulu.
"Saya baru tahu, ternyata di Maluku ada kacang kenari yang harganya jauh lebih terjangkau daripada kenari impor, dan bisa langsung dimakan. Rasanya sangat enak!" kata Mariska.
Sementara kenari impor sering kali harus diolah dulu karena rasanya sedikit pahit, kenari Maluku memiliki rasa yang gurih dan alami.
Mariska juga menilai bahwa rasa kacang kenari Maluku lebih kaya dibandingkan dengan kenari impor, dengan gurih yang menyerupai kacang mete dan terasa istimewa.
Di sisi lain, Desi, yang juga mencicipi kenari Maluku, mengatakan bahwa rasanya mirip perpaduan antara kacang pecan dan kacang pinus—renyah tapi lembut.
Terinspirasi oleh tren ayam gepuk yang sedang populer, Mariska mencoba membuat sambal dengan campuran kacang kenari lokal. “Rasanya jadi luar biasa! Tidak kalah enak dan mewah dibandingkan dengan sambal yang menggunakan kacang mete,” ujarnya.
