Cara Petani Menghasilkan Biji Kakao Berkualitas Cara Petani Menghasilkan Biji Kakao Berkualitas

Foto: pixabay

  • RAA
  • Senin, 16 September 2024 - 10:31 WIB

Cara Petani Menghasilkan Biji Kakao Berkualitas


Biji kakao merupakan bahan dasar utama dalam pembuatan cokelat dan berbagai produk makanan lainnya.

Kualitas biji kakao sangat memengaruhi cita rasa, aroma, dan nilai jual produk akhir. Oleh karena itu, petani kakao dan produsen cokelat berusaha keras untuk meningkatkan kualitas biji kakao.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas biji kakao.

Pemilihan Varietas Unggul
Pemilihan varietas kakao yang unggul merupakan langkah awal yang sangat penting. Varietas kakao yang baik biasanya memiliki karakteristik produktivitas tinggi, tahan terhadap penyakit, dan menghasilkan biji dengan kualitas organoleptik (rasa dan aroma) yang baik. Beberapa varietas unggul yang sering digunakan antara lain Criollo, Forastero, dan Trinitario.

Perawatan Tanaman yang Optimal
Kualitas biji kakao sangat dipengaruhi oleh cara perawatan tanaman. Beberapa aspek perawatan yang perlu diperhatikan meliputi:

- Pemangkasan :  Pemangkasan yang teratur membantu tanaman mendapatkan sinar matahari yang cukup, sirkulasi udara yang baik, dan mencegah pertumbuhan jamur.

- Penyiraman : Ketersediaan air yang cukup sangat penting, terutama selama musim kering. Namun, tanah yang terlalu basah juga bisa menyebabkan penyakit.

- Pemupukan : Penggunaan pupuk organik maupun anorganik yang tepat dan terjadwal dapat meningkatkan kesuburan tanah dan kualitas buah yang dihasilkan.

Pengendalian Hama dan Penyakit
Tanaman kakao rentan terhadap serangan hama dan penyakit seperti penyakit busuk buah dan hama penggerek buah kakao. Pengendalian hama dan penyakit yang efektif, baik dengan metode kimiawi maupun hayati, sangat penting untuk menjaga kualitas buah kakao. Beberapa cara pengendalian yang dapat dilakukan meliputi:

- Menggunakan insektisida nabati sebagai alternatif ramah lingkungan.
- Memanfaatkan predator alami untuk mengurangi hama secara alami.
- Menjaga kebersihan lahan dan melakukan sanitasi tanaman secara berkala.

Fermentasi yang Tepat
Fermentasi merupakan proses yang paling penting dalam menentukan kualitas biji kakao. Fermentasi yang baik membantu membentuk rasa dan aroma biji kakao yang khas. Tahapan dalam fermentasi meliputi:

- Durasi fermentasi : Biji kakao biasanya difermentasi selama 5–7 hari tergantung pada varietas dan kondisi lingkungan.
- Perawatan selama fermentasi : Biji harus sering dibalik untuk memastikan fermentasi berlangsung secara merata.

Selama fermentasi, enzim dalam biji kakao akan memecah senyawa tertentu yang memengaruhi cita rasa akhir biji. Kualitas fermentasi yang baik akan menghasilkan biji kakao yang berkualitas tinggi.

Pengeringan yang Benar
Setelah fermentasi, biji kakao perlu dikeringkan dengan benar untuk mengurangi kadar air hingga sekitar 7%. Pengeringan yang terlalu cepat atau lambat dapat merusak biji, menyebabkan jamur, atau mengurangi kualitas rasa. Pengeringan dapat dilakukan dengan cara:

- Pengeringan alami : Biji dijemur di bawah sinar matahari langsung dengan sesekali diaduk agar kering merata.
- Pengeringan buatan : Jika kondisi cuaca tidak memungkinkan, pengeringan bisa dilakukan dengan mesin pengering. Namun, suhu harus diatur dengan hati-hati agar tidak merusak biji.

Penyimpanan yang Baik
Setelah proses pengeringan, biji kakao harus disimpan di tempat yang kering dan sejuk untuk menghindari pertumbuhan jamur. Penyimpanan yang baik akan menjaga kualitas biji sebelum diproses lebih lanjut. Gunakan karung yang bersih dan ventilasi yang baik untuk menghindari kelembapan yang berlebihan.