Foto: pixabay
Cerita Rakyat Indonesia Tentang Asal Usul Kacang Mete
Kacang mete merupakan salah satu jenis kacang yang populer dan sering diolah menjadi berbagai hidangan, baik dicampur dengan cokelat maupun digoreng biasa.
Namun, tahukah Anda asal-usul kacang mete? Berbeda dengan kacang tanah yang tumbuh di dalam tanah, kacang mete sebenarnya berasal dari buah jambu mete atau jambu monyet. Menariknya, meskipun namanya jambu, secara ilmiah jambu monyet tidak termasuk dalam keluarga jambu-jambuan (Myrtaceae).
Meskipun menghasilkan kacang mete, jambu monyet sebenarnya bukan termasuk keluarga kacang-kacangan, melainkan keluarga mangga-manggaan dengan nama ilmiah Anacardium occidentale.
Ternyata, ada cerita rakyat menarik di balik jambu monyet ini. Konon, masyarakat mengaitkan buah jambu monyet dengan kutukan bagi anak yang durhaka pada orang tuanya.
Dikisahkan, ada seorang ibu yang memiliki anak laki-laki yang sering bermimpi aneh. Meskipun tidak tampan, pemuda ini yakin akan mimpinya untuk menikahi wanita cantik. Dia bahkan meminta ibunya bekerja keras untuk merawat wajahnya. Namun, seorang wanita yang dia sukai menolaknya karena penampilannya. Merasa kecewa, pemuda itu pulang dan mengurung diri di kamarnya, meratapi nasibnya.
Saat itu, sang ibu sedang tidak bekerja. Melihat ibunya di rumah, sang anak malah memarahinya sepanjang hari. Bahkan saat tertidur, pemuda itu terus mengumpat ibunya hingga tengah malam, sementara sang ibu dengan sabar mendengarkan makian anaknya.
Pagi berikutnya, sang anak tidak dapat menemukan ibunya. Pada saat itu juga, sebuah kutukan menimpa dirinya. Ia berubah menjadi buah jambu monyet yang tergantung terbalik. Bagian biji jambu mete yang menonjol ke bawah dianggap sebagai kepala anak tersebut, sedangkan bagian buah yang lebih besar di atasnya diibaratkan sebagai badannya.
Hingga saat ini, jambu monyet masih dimanfaatkan masyarakat, terutama bijinya yang diolah menjadi kacang mete. Karena getahnya dapat menyebabkan iritasi kulit, buah jambu mete jarang dipetik langsung dari pohon. Biasanya, buah dibiarkan jatuh ke tanah hingga getahnya mengering sebelum akhirnya diproses menjadi kacang mete.
