Makanan-Makanan Penyebab Bau Badan Makanan-Makanan Penyebab Bau Badan

Foto: enesis

  • RAA
  • Sabtu, 31 Agustus 2024 - 12:51 WIB

Makanan-Makanan Penyebab Bau Badan


Bau badan merupakan masalah umum yang dapat memengaruhi kepercayaan diri seseorang.

Meskipun kebersihan pribadi adalah faktor utama dalam mengontrol bau badan, makanan yang Anda konsumsi juga berperan penting. 

Beberapa jenis makanan diketahui dapat memicu atau memperburuk bau badan karena cara proses dalam tubuh.

Berikut adalah beberapa jenis makanan yang bisa memicu bau badan.

Makanan Kaya Belerang
Makanan yang mengandung belerang tinggi, seperti bawang putih, bawang merah, kubis, brokoli, dan kembang kol, bisa menjadi penyebab utama bau badan. Belerang ketika dicerna akan menghasilkan senyawa seperti gas hidrogen sulfida yang berbau busuk. Gas ini bisa dilepaskan melalui keringat, menyebabkan bau yang tidak sedap.

Makanan Pedas
Makanan pedas, seperti cabai, lada, dan kari, dapat meningkatkan produksi keringat dan juga mengubah komposisi kimiawi keringat Anda. Bahan-bahan seperti capsaicin dalam cabai menyebabkan peningkatan suhu tubuh dan produksi keringat, yang bisa memperburuk bau badan.

Makanan Berlemak dan Digoreng
Makanan berlemak dan digoreng sering kali sulit dicerna oleh tubuh dan menyebabkan tinggal lebih lama dalam sistem pencernaan. Proses pencernaan yang lambat ini dapat meningkatkan produksi keringat dan minyak pada kulit, yang bisa memperparah bau badan. Selain itu, konsumsi lemak berlebih juga dapat memicu produksi sebum yang lebih banyak, yang dapat membuat bakteri penyebab bau di kulit terperangkap.

Daging Merah
Daging merah dikenal sulit untuk dicerna oleh tubuh, dan ketika dicerna, bisa menghasilkan senyawa yang berkontribusi pada bau badan. Metabolisme daging merah juga bisa menghasilkan amonia, yang dilepaskan melalui keringat dan menyebabkan bau yang kurang sedap.

Alkohol dan Kafein
Konsumsi alkohol dan kafein dalam jumlah besar dapat meningkatkan produksi keringat. Alkohol yang diproses oleh hati dan sebagian kecil dilepaskan melalui keringat dan napas, menyebabkan bau yang kuat dan seringkali tidak menyenangkan. Sedangkan kafein merangsang sistem saraf dan kelenjar keringat, yang dapat memperburuk bau badan.