Cabai Hijau, Sehat Penuh Manfaat Cabai Hijau, Sehat Penuh Manfaat

Foto: jawapos

  • RAA
  • Jumat, 09 Agustus 2024 - 19:21 WIB

Cabai Hijau, Sehat Penuh Manfaat


Cabai hijau adalah salah satu bahan makanan yang sering digunakan dalam masakan Indonesia. Selain memberikan rasa pedas yang khas, cabai hijau juga memiliki berbagai manfaat kesehatan yang mungkin tidak banyak diketahui orang. Berikut adalah berbagai manfaat cabai hijau untuk kesehatan.

Kaya Akan Nutrisi
Cabai hijau mengandung berbagai vitamin dan mineral penting, seperti vitamin A, vitamin C, vitamin K, serta mineral seperti potassium dan folat. Vitamin A penting untuk kesehatan mata, sementara vitamin C berperan dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mempercepat penyembuhan luka. Vitamin K penting untuk kesehatan tulang dan pembekuan darah.

Mengandung Antioksidan
Cabai hijau mengandung berbagai senyawa antioksidan seperti capsaicin, beta-karoten, lutein, dan zeaxanthin. Antioksidan ini membantu melawan radikal bebas dalam tubuh yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan memicu berbagai penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung.

Meningkatkan Metabolisme
Capsaicin, senyawa aktif dalam cabai hijau yang memberikan rasa pedas, dikenal dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Capsaicin dapat meningkatkan thermogenesis, yaitu proses di mana tubuh membakar kalori untuk menghasilkan panas, sehingga membantu dalam pengelolaan berat badan.

Membantu Pencernaan
Cabai hijau mengandung serat yang dapat membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit. Selain itu, capsaicin dalam cabai hijau juga memiliki efek antimikroba yang dapat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan dengan melawan bakteri jahat.

Mengurangi Resiko Penyakit Jantung
Mengonsumsi cabai hijau secara teratur dapat membantu mengurangi resiko penyakit jantung. Capsaicin dalam cabai hijau dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL). Selain itu, cabai hijau juga membantu mencegah pembentukan bekuan darah yang dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke.