Makanan Organik Anda Berubah Warna? Berikut Penjelasannya Makanan Organik Anda Berubah Warna? Berikut Penjelasannya

Foto: pixabay

  • RAA
  • Minggu, 28 Juli 2024 - 16:40 WIB

Makanan Organik Anda Berubah Warna? Berikut Penjelasannya


Bahan kimia yang mengancam kesehatan dapat masuk ke dalam makanan melalui kontaminasi tidak langsung. Bahan kimia ini bisa berasal dari pupuk, herbisida, pestisida, dan fungisida yang sebenarnya ditujukan untuk mengendalikan hama. Namun, penggunaan bahan-bahan ini juga membunuh bakteri menguntungkan dan mikroorganisme lain yang bermanfaat bagi tubuh.


Buah-buahan, sayuran, biji-bijian, produk susu, dan daging yang tidak menggunakan pupuk sintetis, pestisida, hormon, atau organisme transgenik dikenal sebagai produk makanan organik. Saat ini, banyak produsen yang menawarkan produk organik untuk mendukung gaya hidup sehat yang sedang populer.

Namun, sangat disayangkan masih ada oknum yang menipu publik dengan menjajakan makanan organic palsu, berikut beberapa ciri khas makanan organik.

Umur Simpan Pendek
Umur simpan makanan organik cenderung lebih pendek karena tidak mengandung pengawet kimia. Jika Anda ingin beralih ke gaya hidup organik dan alami, penting untuk membiasakan membeli dalam porsi kecil. Hindari membeli banyak untuk disimpan, karena makanan ini tidak tahan lama. Anda perlu terbiasa memasak bahan organik dalam keadaan segar.

Tidak Terlihat Secantik Makanan Konvensional
Makanan organik tidak disemprot, disuntik, atau di-wax. Hal ini menyebabkan beberapa jenis makanan organik memiliki bentuk dan tekstur yang bervariasi. Sudah bukan hal yang aneh Ketika makanan organik mengalami perubahan bentuk setiap periode pangan.

Aroma Khas Alam
Makanan organik memiliki aroma yang lebih autentik dan khas, menyerupai aroma asli tumbuhan dari mana makanan tersebut berasal. Sebaliknya, makanan konvensional yang telah melalui banyak proses pengolahan seringkali kehilangan kealamian aromanya, terasa kurang segar dan alami.