Foto: pixabay
Apa Itu Latte Art? Berikut Penjelasannya
Di era modern, setiap secangkir café latte dihiasi dengan lukisan indah yang terbuat dari susu. Karya seni ini dikenal sebagai latte art dan telah menjadi ciri khas dari minuman kopi favorit banyak orang.
Melihat barista dengan cekatan menuangkan susu dan menciptakan pola-pola rumit di atas espresso memang memukau. Namun, di balik keindahannya, latte art bukan sekadar hiasan. Dibutuhkan keahlian khusus dan pengetahuan sains untuk menghasilkan latte art yang sempurna.
Bagi para pecinta kopi, memahami latte art dapat meningkatkan pengalaman minum kopi. Kopi dan susu telah menjadi bagian dari konsumsi manusia sejak zaman dahulu. Namun, menciptakan latte art memerlukan seseorang yang benar-benar mengembangkannya. David Schomer, seorang pria dari Amerika Serikat, terobsesi dengan seni di atas kopi pada pertengahan 1980-an. Pada waktu yang hampir bersamaan, Luigi Lupi dari Italia juga menciptakan latte art. Oleh karena itu, ada dua orang yang dianggap sebagai penemu latte art pada periode yang sama.
Meskipun siapa yang pertama kali menemukan metode ini masih diperdebatkan, David Schomer diakui sebagai ahli terkemuka dan bahkan telah menulis buku tentang latte art. Dalam artikel Coffee Talk pada tahun 1994, Schomer menyatakan bahwa ia telah mengembangkan bentuk hati pada latte sejak musim gugur 1989. Artikel tersebut secara tidak langsung mematenkan bentuk hati sebagai bagian dari latte art Schomer.
Latte art tidak hanya menjadi hiasan di atas kopi, tetapi kini dianggap sebagai bentuk seni yang serius dan bahkan diperlombakan. Tahun ini, Caleb Cha dari Australia memenangkan kejuaraan latte art. Kompetisi ini diikuti oleh delegasi-delegasi berbakat dari seluruh dunia yang bersaing untuk meraih piala paling bergengsi di dunia latte art. Mengejutkan, bukan? Ternyata secangkir latte yang kamu nikmati memiliki apresiasi yang begitu tinggi.
