Pulau Sumba, Pulau Yang Sangat Memukau Bagi Para Pengunjungnya Pulau Sumba, Pulau Yang Sangat Memukau Bagi Para Pengunjungnya

Foto : kompas

  • RAA
  • Minggu, 10 Januari 2021 - 19:38 WIB

Pulau Sumba, Pulau Yang Sangat Memukau Bagi Para Pengunjungnya


Terletak hanya satu jam penerbangan dari timur Bali, pulau Sumba di Indonesia sudah banyak memukau para pengunjungnya. 


Tidak hanya dengan pantai dan bentang alamnya yang indah, tetapi juga budaya dan tradisinya yang unik dan terpelihara dengan baik. 

Penduduk disana masih mempraktekkan agama dan ritual leluhur mereka yang pertama kali ada lebih dari 4.500 tahun yang lalu.

Festival Pasola merupakan salah satu tradisi yang telah diajarkan masyarakat Sumba selama berabad-abad oleh nenek moyang mereka. Sebuah upacara ritual perang kuno.


Festival Pasola merupakan ritual perang untuk mengucap syukur kepada arwah leluhur di wilayah Sumba Barat.


Dua kelompok yang masing-masing terdiri dari 25 orang, sebagian besar dari desa atas dan bawah saling bertarung sambil menunggang kuda dan melempar tombak kayu mereka ke arah lawan.


Pembukaan doa dipimpin oleh Rato, seorang pendeta tradisional, dan setelah dia melemparkan tombaknya secara simbolis ke antara kelompok-kelompok, “permainan perang” segera dimulai.

Laki-laki Sumba yang terpilih dan juga kudanya mengenakan pakaian adat dan warna-warni selama upacara ini.


Festival ini diadakan setiap tahun pada bulan Februari atau Maret di Kodi atau Lamboya, sayangnya tanggal pastinya tidak dapat diprediksi, karena ditentukan oleh Rato dan diumumkan hanya satu atau dua minggu sebelumnya.

Kata Pasola berasal dari kata Sola atau Hola yang berarti sejenis tongkat kayu panjang yang digunakan sebagai tombak. 


Masyarakat Sumba percaya bahwa festival tersebut menciptakan keseimbangan antara kebutuhan material dan spiritual untuk hidup bahagia di bumi dan di surga.


Tradisi ini juga berisi pandangan tentang pengorbanan sehingga pertumpahan darah tertentu dianggap penting.


Pasola biasanya menjadi klimaks dari seluruh rangkaian kegiatan merayakan hari raya nyale. Pasola diyakini sebagai tatanan leluhur penduduk Marapu dan mengekspresikan esensi dari agama.