Seren Taun, Tradisi Pasca Panen Masyarakat Sunda Seren Taun, Tradisi Pasca Panen Masyarakat Sunda

Ilustrasi: Rocky

  • RAA
  • Rabu, 14 Februari 2024 - 13:42 WIB

Seren Taun, Tradisi Pasca Panen Masyarakat Sunda


Upacara Seren Taun merupakan tradisi pasca panen masyarakat Sunda untuk mensyukuri hasil panen dan memohon kelancaran di tahun depan.

Upacara ini diawali dengan ritual Neteupken (penetapan tanggal) dan Ngembang (ziarah ke makam leluhur).

Upacara Seren Taun di Cigugur, Kuningan, Jawa Barat berlangsung selama tujuh hari dengan empat ritual utama.
Setiap ritual memiliki makna dan tujuan yang berbeda, mulai dari rasa syukur, doa, hingga kebersamaan.

Damar Sewn (18 Rayagung)
Ritual pembuka dengan seribu lentera untuk menerangi jiwa.

Pesta Dadung (19 Rayagung)
Ungkapan rasa cinta dan doa petani dalam mengelola sawah.

Malam Kidung Spiritual (21 Rayagung)
Aktivitas spiritual bersama untuk berbagai agama, adat, dan kepercayaan.

Puncak Seren Taun (22 Rayagung)
Persembahan kesenian, ngajayak (hasil bumi), babarit (tembang rohani), tumbuk padi, dan pesta bersama.

Mari bergabung berkontribusi kepada para petani lokal Indonesia dengan menjadi reseller produk-produk Timurasa Indonesia. Klik timurasa.com atau login ke Instagram @timurasaindonesia