Tari Tradisional Yang Populer Di Bali, Lombok dan Jawa Timur Tari Tradisional Yang Populer Di Bali, Lombok dan Jawa Timur

Foto : kompas

  • RAA
  • Minggu, 03 Januari 2021 - 17:29 WIB

Tari Tradisional Yang Populer Di Bali, Lombok dan Jawa Timur


Gandrung adalah tarian tradisional yang memiliki banyak variasi dan populer di Bali, Lombok dan Jawa Timur.


Variasi yang paling populer adalah gandrung dari daerah Banyuwangi sehingga kota ini sering disebut sebagai Kota Gandrung.

Awalnya merupakan tarian ritual yang didedikasikan untuk dewi padi dan kesuburan, Dewi Sri, dan saat ini ditampilkan sebagai tarian hiburan dan cinta dalam acara komunal dan sosial, atau sebagai objek wisata. Festival Gandrung Sewu diadakan di Banyuwangi setiap tahun.


Gandrung berasal dari kata Jawa yang berarti "cinta". Menurut teori, tarian ini berasal dari tarian ritual untuk mengungkapkan rasa sayang masyarakat kepada Dewi Sri, dengan kesurupan dan sebagai semacam tarian kesuburan.

Namun, di maaa kini telah kehilangan konotasi ritualnya, terutama di kalangan Muslim Jawa dan Sasak.

Tarian tersebut telah berkembang menjadi tarian hiburan yang menggambarkan seorang gadis yang mencari pasangan cinta. 


Gandrung biasanya ditampilkan dalam pertunjukan sepanjang malam yang dimulai sekitar jam 9 malam.


Dan berakhir sebelum fajar. Pertunjukan ini juga biasa dilakukan di berbagai tempat wisata, misalnya di Bali atau di Teluk Grajagan di Banyuwangi.


Tarian ini juga ditampilkan sebagai tarian hiburan di acara komunal dan sosial seperti khitanan atau pernikahan.

Gandrung, atau penari utama, biasanya seorang gadis yang belum menikah atau seorang waria (atau hanya seorang anak laki-laki yang berperan sebagai penari wanita).

Penari mengenakan kostum tradisional, dengan kipas angin, selendang dan penutup kepala hias. Seringkali akan ada lebih dari satu penari gandrung dalam pertunjukan.