Foto: detik
Mengeksplorasi Kualitas Daging Sapi melalui Beef Marbling
Beef Marbling Standard (BMS) adalah sistem penilaian yang digunakan untuk mengukur tingkat marbling atau lemak intramuskuler dalam daging sapi.
Dikembangkan sebagai pedoman standar di industri daging, BMS memberikan panduan yang jelas untuk menilai kualitas daging dan memberikan informasi penting kepada konsumen serta pelaku industri.
BMS pertama kali diperkenalkan di Jepang, yang terkenal dengan kualitas daging sapi Wagyunya.
Namun sekarang BMS telah menjadi standar internasional untuk menilai kualitas daging sapi.
Komponen Penilaian BMS
Skala Numerik
BMS menggunakan skala numerik dari 1 hingga 12 untuk menilai tingkat marbling, dimana :
- 1-3 : Daging dengan marbling sangat rendah.
- 4-6 : Marbling rendah hingga sedang.
- 7-9 : Marbling sedang hingga tinggi.
- 10-12 : Marbling sangat tinggi, sering dijumpai pada daging sapi Wagyu.
Tingkat marbling yang tinggi cenderung memberikan kelembutan pada daging, membuatnya mudah dipotong dan dinikmati.
Marbling memberikan rasa yang lebih kaya dan juicy pada daging, menciptakan pengalaman kuliner yang istimewa. Marbling juga dapat mempengaruhi tekstur daging, menjadikannya lebih enak dan lembut.
Jenis pakan dan pola makan sapi sangat berpengaruh terhadap tingkat marbling. Sapi yang diberi pakan berkualitas tinggi cenderung memiliki marbling yang lebih baik.
Beef Marbling Standard (BMS) bukan hanya sekadar sistem penilaian, ini adalah panduan yang sangat penting untuk menilai kualitas daging sapi.
Dengan memahami skala BMS, konsumen dapat membuat keputusan yang lebih cerdas saat memilih daging dan dapat menikmati pengalaman kuliner yang lebih memuaskan.

Alun-Alun Indonesia
Grand Indonesia, Jl MH Thamrin No 1 Jakarta Pusat
The Food Hall
Senayan City, Jl Asia Afrika No 19, Kota Jakarta Pusat
Plaza senayan, Jl Asia Afrika No 8, Kota Jakarta Pusat
Grand Indonesia, Grand Indonesia Shopping West Mall
