Peranan World Vision Indonesia Dalam Pengembangan Kenari Di Alor Peranan World Vision Indonesia Dalam Pengembangan Kenari Di Alor

  • RAA
  • Minggu, 22 Oktober 2023 - 17:54 WIB

Peranan World Vision Indonesia Dalam Pengembangan Kenari Di Alor


Manajer Proyek Nasional Inclusion dari World Vision Indonesia (WVI), Meiseany Hortensia, berbagi mengenai peran WVI di Alor selama ini. Selama periode tersebut, WVI telah memberikan pendampingan kepada sekitar 395 petani kenari yang tersebar di berbagai wilayah di Alor. Meiseany mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam upaya pengembangan sektor kenari.

Dalam talkshow terkait budidaya, penelitian, dan pemasaran kenari Alor, Meiseany merinci 14 rekomendasi atau komitmen dari berbagai pihak terlibat. Di antara komitmen tersebut, termasuk langkah-langkah Pemerintah, Bapelitbang, dan DPRD Kabupaten Alor dalam merumuskan aturan perlindungan terhadap pohon kenari serta kebijakan anggaran.

Selain itu, upaya untuk menjalin kemitraan yang mendukung kemandirian para pelaku usaha dan petani kenari Alor, menjadi tanggung jawab sektor DPRD dan Bapelitbang Alor. Bapelitbang telah mengundang WVI untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai kerjasama tersebut. Sementara itu, DLHK Provinsi NTT akan berkomunikasi dengan BKSDA mengenai isu-isu, tantangan, dan potensi terkait kenari di wilayah konservasi Kabupaten Alor. Program reboisasi kenari Alor akan diawasi oleh Dinas Kehutanan dan Bapelitbang Kabupaten Alor, sementara Dinas PMD bersama desa-desa akan mengalokasikan anggaran untuk mendukung penanaman kenari Alor.

Bapelitbang bersama petani, pengumpul, dan masyarakat telah membentuk sebuah kelompok masyarakat yang bertujuan untuk mengawasi indikasi geografis, dan hal ini didukung dengan SK Bupati sebagai bagian dari pengaturan HAKI kenari Alor. Pelaksanaan baseline terkait kenari Alor telah dilakukan oleh BRIN dan mitra-mitra terkait, dengan tujuan untuk mencatat potensi dan karakteristik kenari Alor. Dalam upaya ini, sektor yang bertanggung jawab adalah BRIN dan WVI.

Pemda dan DPRD Alor akan mengupayakan pengembangan kenari Alor di 13 dari total 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Alor. Kerja sama dengan mitra swasta seperti Timurasa, Nth Wonder, Mama Ana berfokus pada peningkatan kapasitas petani kenari di Alor dan pengembangan SOP pengolahan kenari Alor sehingga sesuai dengan standar yang diharapkan oleh pasar.

Peran mitra swasta juga mencakup dukungan terhadap pemasaran kenari Alor dan pembangunan merek kenari Alor, termasuk di pasar ekspor. Bapelitbang Alor, bersama dengan BRIN dan Universitas Tribuana (UNtrib) Kalabahi, akan melakukan penelitian terkait kenari Alor serta memasukkan materi kenari Alor dalam kurikulum UNtrib Kalabahi. Dalam kolaborasi ini, Bapelitbang dan UNtrib akan menggabungkan upaya penelitian mengenai kenari Alor dengan BRIN.