Sejarah Cokelat Menjadi Makanan Favorit Dunia Sejarah Cokelat Menjadi Makanan Favorit Dunia

Foto: pixabay

  • RAA
  • Jumat, 20 Oktober 2023 - 16:21 WIB

Sejarah Cokelat Menjadi Makanan Favorit Dunia


Cokelat dan kakao, dua istilah ini sangat dikenal oleh berbagai kalangan dan merupakan favorit dalam makanan dan minuman, terutama di kalangan anak-anak dan remaja. Tanaman kakao (Theobroma cacao) adalah tumbuhan yang berasal dari Amerika Selatan dan menghasilkan produk olahan yang kita kenal sebagai cokelat.

Makanan dan minuman yang terbuat dari cokelat kaya akan nilai gizi karena mengandung lemak, protein, dan sejumlah nutrisi bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita. Beberapa produk cokelat yang familiar di masyarakat termasuk permen cokelat, es krim, bubuk cokelat, dan lemak cokelat.

Tahukah kita siapa yang pertama kali memperkenalkan tanaman kakao ini di Indonesia? Menurut literatur, tanaman kakao berasal dari hutan tropis Amerika Tengah dan Amerika Selatan bagian utara. Suku Indian Maya dan suku Astek adalah yang pertama kali mengolah tanaman kakao sebagai makanan dan minuman sebelum kedatangan bangsa Eropa. Suku Maya mendiami wilayah yang saat ini dikenal sebagai Guatemala, Yucatan, dan Honduras, sedangkan suku Astek merupakan pengolah kakao saat bangsa Spanyol datang pada tahun 1591. 

Suku Indian dan Astek mengolah biji kakao dengan cara mengeringkannya di bawah sinar matahari, sangrai, dan giling dengan lumpang batu. Mereka kemudian mencampur adonan ini dengan jagung dan rempah, menjadikannya makanan seperti kue atau dodol. Adonan ini juga digunakan untuk membuat minuman bernama "chocolatl." Selain sebagai makanan dan minuman, biji kakao digunakan sebagai alat barter, pembayaran upeti, serta dalam kegiatan upacara dan pengobatan.

Pada awalnya, bangsa Spanyol tidak begitu menyukai cokelat hasil olahan suku Astek. Mereka mulai mencari cara pengolahan sendiri dengan menambahkan gula tebu ke biji kakao yang disangrai. Hasilnya lebih sesuai dengan selera mereka, dan gula tebu diperkenalkan ke Meksiko pada tahun 1522-1524. Pada tahun 1528, cokelat diperkenalkan ke Eropa setelah bangsa Spanyol membawa beberapa biji kakao yang sudah mereka olah dan disajikan kepada Raja Charles V. Sejak itu, cokelat semakin populer di Eropa, dan beberapa pabrik cokelat telah didirikan di berbagai kota. Di Belanda, C.J. Van Houten menemukan cara untuk mengekstrak lemak kakao (cocoa butter) dan membuat bubuk cokelat (cocoa powder) sekitar tahun 1828, yang kemudian semakin mempopulerkan kakao.

Di Indonesia, tanaman kakao diperkenalkan oleh bangsa Spanyol pada tahun 1560 di Minahasa, Sulawesi Utara. Namun, ekspor kakao dari pelabuhan Manado ke Manila antara tahun 1825 dan 1838 menurun karena serangan hama pada tanaman kakao. Hingga tahun 1919, Indonesia masih mampu mengekspor 30 ton, tetapi ekspor tersebut terhenti setelah tahun 1928. Tercatat pada tahun 1859 sudah terdapat 10.000-12.000 pohon kakao di Ambon dengan hasil 11,6 ton kakao. Namun, kemudian tanaman ini hilang tanpa penjelasan lebih lanjut.

Timurasa Indonesia membuka kesempatan bagi produk-produk lokal berkualitas untuk memasarkan produk-produk unggulannya. Mulai dari produk kuliner, printing, logistik, atau produk lainnya. Klik timurasa.com atau login ke Instagram @timurasaindonesia