Sejarah Teknik Seduh Kopi V60 Sejarah Teknik Seduh Kopi V60

Foto: europeancoffetrip.com

  • RAA
  • Jumat, 22 September 2023 - 18:54 WIB

Sejarah Teknik Seduh Kopi V60


Berbicara tentang asal-usul V60, kita pergi ke Jepang pada tahun 1921. Pada saat itu, Hiromu Shibata mendirikan sebuah perusahaan yang mengkhususkan diri dalam memproduksi kaca tahan panas.

Seiring berjalannya waktu, produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan ini mulai beragam. Awalnya, fokusnya adalah pada alat-alat laboratorium, tetapi kemudian mereka mulai memproduksi alat-alat pembuat kopi untuk digunakan di rumah tangga dan industri.

Pada tahun 1964, perusahaan ini mulai mendapatkan perhatian ketika mereka meluncurkan alat pembuat kopi bernama Syphon. Peluncuran produk ini merupakan awal dari divisi baru yang khusus didedikasikan untuk produk-produk berbahan kaca.

Hario, yang memiliki arti "Raja Kaca," terbukti menjadi pilihan nama yang sangat tepat. Divisi ini berkembang dengan pesat dan dikenal menghasilkan produk glassware berkualitas terbaik.

Kaca yang diproduksi oleh Hario adalah jenis heatproof, terbuat dari bahan seperti pasir silica, borax, boric acid, dan mineral lainnya, semuanya dengan kualitas terbaik.

Meskipun Hario awalnya berfokus pada produksi glassware, produk paling terkenal yang mereka hasilkan tidak terbuat dari kaca, melainkan dari porselin (keramik). Ya, desain awal alat V60 menggunakan bahan porselin. Produk ini memiliki bagian bawah berbentuk kerucut dan merupakan salah satu produk buatan Hario yang paling populer.

Pada tahun 1980-an, penyeduhan kopi masih didominasi oleh metode immersion. Meskipun peneliti telah menemukan konsep baru yang melibatkan bentuk parabolik untuk menciptakan rasa yang lebih bersih dengan mengalirkan air melalui bubuk kopi, bukan hanya merendam kopi dengan metode immersion.

Meskipun demikian, implementasi konsep ini tidak dapat segera direalisasikan karena ada banyak rintangan dalam pengembangan alat kopi ini. Pada tahun 1990-an, gagasan ini kembali diperkenalkan, tetapi desain awal dari alat V60 masih belum diterima secara luas.

Baru pada tahun 2004, alat kopi yang menggunakan metode pourover berhasil disempurnakan. Dengan memanfaatkan fungsi parabola, yang dinyatakan dalam persamaan y = x^2, ditemukan desain alat V60 seperti yang kita kenal sekarang.

Alat pembuat kopi ini kemudian diberi nama V60. Nama ini berasal dari bentuknya yang runcing menyerupai huruf "V" dan sudut kemiringan sebesar 60 derajat, sehingga dinamakan V60.

Bentuk V60 yang mengerucut ini memiliki tujuan khusus, yaitu untuk memungkinkan pemasangan kertas saring. Adanya lubang besar di bagian bawah dan fitur dalam berulir yang memiliki ulir spiral digunakan untuk melepaskan udara selama proses penyeduhan berlangsung.

Kini telah hadir kopi khas Indonesia dari Timurasa, tersedia dalam berbagai varian kopi seperti arabika, robusta, dan house blend Timurasa Indonesia. Klik timurasa.com atau login ke Instagram @timurasaindonesia