Foto : idntimes.com
Roti Buaya, Roti Khusus Yang Selalu Ada Di Pernikahan Orang Betawi
Roti buaya adalah roti khas Betawi dengan dua potong roti berbentuk buaya. Roti buaya ini selalu hadir dalam upacara pernikahan adat Betawi.
Pembuatan roti dan kue diperkenalkan oleh orang Eropa yang menetap di Batavia (Jakarta), yaitu orang Portugis dan Belanda.
Sebelum datangnya orang Eropa yang memperkenalkan roti, hidangan berbentuk buaya ini dibuat dari ubi atau singkong.
Orang Betawi percaya bahwa buaya kawin hanya dengan satu pasangan; Oleh karena itu, roti tersebut dipercaya dapat mewakili kesetiaan pasangan suami istri.
Pada saat pernikahan, roti dari sisi mempelai wanita diperhatikan oleh para tamu dan kondisi roti dianggap mewakili karakter mempelai pria.
Buaya secara tradisional dianggap sangat sabar. Selain kesetiaan, roti juga melambangkan kemapanan ekonomi.
Namun, dalam budaya modern simbolisme buaya telah berubah. Buaya dapat merujuk pada hal-hal buruk, seperti pada buaya judi (seseorang yang suka berjudi), buaya minum (seseorang yang suka minum minuman beralkohol) dan buaya darat (orang yang tidak setia)
Roti tersebut juga menggambarkan kesabaran karena buaya sabar menunggu mangsanya. Versi lain menyatakan bahwa roti buaya menggambarkan maskulinitas.
