Rempeyek, Bangsa Kerupuk Dengan Rasa Yang Khas Rempeyek, Bangsa Kerupuk Dengan Rasa Yang Khas

Foto : tribunnews.com

  • RAA
  • Minggu, 20 Desember 2020 - 15:00 WIB

Rempeyek, Bangsa Kerupuk Dengan Rasa Yang Khas


Rempeyek atau peyek adalah kerupuk gurih yang digoreng dan dilapisi dengan adonan tepung yang renyah.

Jenis rempeyek yang paling umum adalah peyek kacang namun, bahan lain yang bisa digunakan, seperti teri, rebon, atau ebi (udang kering).

Saat ini, rempeyek mudah sekali ditemukan wilayah Indonesia dan Malaysia, serta di negara-negara dengan populasi migran Indonesia yang cukup besar, seperti Belanda dan Suriname.

Santan, garam, dan rempah-rempah seperti kemiri tumbuk dan ketumbar sering dicampur dengan adonan tepung.

Beberapa resep juga menambahkan daun jeruk cincang. Adonan tepung berfungsi sebagai bahan pengikat kacang  tanah, ikan teri, udang, dll.

Adonan akan mengeras saat digoreng dan berubah menjadi kerupuk cokelat keemasan dan renyah.

Di Indonesia, pembuatan rempeyek secara tradisional merupakan industri rumahan skala kecil, namun saat ini beberapa produsen rempeyek telah mencapai skala produksi yang lebih besar dan didistribusikan secara luas. Di Malaysia, rempeyek sekarang ini banyak dibuat dengan menggunakan mesin.

Jenis rempeyek yang paling umum dan tersebar luas adalah rempeyek kacang,  namun ikan teri, udang kering, bayam dan kacang-kacangan seperti kacang hijau dan kedelai juga merupakan jenis yang umum.

Rempeyek kacang populer di wilayah Banyumas di Jawa Tengah, sedangkan rempeyek rebon umum ditemukan di kota pelabuhan Cirebon.

Rempeyek yang terbuat dari udang berukuran lebih besar banyak ditemukan di rumah makan Padang.

Varian lain ada yang menggunakan  serangga, seperti jangkrik dan laron pun juga ada.