Kacang Kenari, Potensi Melimpah Pulau Makian Kacang Kenari, Potensi Melimpah Pulau Makian

Foto / Ilustrasi: Timurasa Indonesia / Rocky

  • RAA
  • Sabtu, 08 Juli 2023 - 15:21 WIB

Kacang Kenari, Potensi Melimpah Pulau Makian


Sejak zaman dahulu, Indonesia telah dikenal sebagai negara penghasil rempah-rempah yang melimpah. Tidak heran bahwa negara-negara Eropa datang untuk menguasai kekayaan alam Indonesia tersebut.

Salah satu daerah yang terkenal sebagai penghasil rempah-rempah di Indonesia adalah Maluku Utara, yang terkenal dengan produksi cengkeh dan pala.

Namun, di Maluku Utara, bukan hanya cengkeh dan pala yang populer. Ada satu komoditas lain yang melimpah , yaitu kacang kenari.

Hampir di seluruh wilayah di Maluku Utara, yang terdiri dari kepulauan, terdapat penanaman kacang kenari. Namun, satu-satunya sentra utama penanaman kacang kenari adalah Pulau Makian, yang terletak di Kabupaten Halmahera Selatan.

Pulau ini memiliki luas sekitar 55,5 kilometer persegi dan terdapat gunung api aktif di tengahnya yang dikenal sebagai Gunung Kie Besi. Pulau ini ditumbuhi oleh puluhan hingga ratusan ribu pohon kenari, yang diperkirakan telah ada sejak masa penjajahan.

Mayoritas penduduk pulau ini, yang terdiri dari dua kecamatan dan 24 desa, memilih untuk menjadi petani kenari. Bagi mereka, menjadi petani kenari lebih menjanjikan dibandingkan menjadi nelayan di sekitar perairan sekitar pulau yang merupakan tanah kelahiran mereka.

Desa Sebelei di Pulau Makian dikenal sebagai pusat petani kacang kenari. Desa ini dihuni oleh sekitar 250 kepala keluarga, dan mayoritas dari mereka adalah petani kacang kenari, serta menanam pala, cengkeh, dan kopra.

Potensi pasar kacang kenari di Desa Sebelei sangat besar. Saat ini, harga kacang kenari kering mencapai Rp120 ribu per kilogram. Para petani setempat mampu menghasilkan hingga satu kilogram kacang kenari per hari.

Jumlah produksi tersebut belum termasuk hasil panen besar yang bisa mencapai puluhan hingga ratusan kilogram per petani. Panen besar ini dilakukan dua kali dalam setahun.

Meskipun potensinya besar, kacang kenari masih kalah terkenal dibandingkan dengan kacang almond. Almond lebih dikenal oleh masyarakat karena pasarnya yang lebih luas di berbagai negara.

Dengan tujuan untuk meningkatkan popularitas kacang kenari di Indonesia dan mancanegara, sejumlah pihak terlibat dalam upaya kolaboratif.

Program-program pemerintah dan kemitraan bisnis, termasuk dukungan dari luar negeri, sedang dilakukan untuk mengembangkan potensi kacang kenari agar bisa dikenal secara internasional.

Salah satu contohnya adalah Multistakeholder Forestry Programme (MFP) yang didukung oleh UK Department for International Development (DFID), bekerja sama dengan perusahaan PT Timurasa dan Yayasan Nirudaya Nusantara. Mereka saat ini sedang menjalankan program di Pulau Makian, khususnya di Desa Sebelei, Kecamatan Makian Barat.

Alun-Alun Indonesia
Grand Indonesia, Jl MH Thamrin No 1 Jakarta Pusat

The Food Hall
Senayan City, Jl Asia Afrika No 19, Kota Jakarta Pusat

Plaza senayan, Jl Asia Afrika No 8, Kota Jakarta Pusat

Grand Indonesia, Grand Indonesia Shopping West Mall