Ketupat, Hidangan Legendaris Yang Selalu Ada Ketika Lebaran Ketupat, Hidangan Legendaris Yang Selalu Ada Ketika Lebaran

Foto : kompas.com

  • RAA
  • Jumat, 11 Desember 2020 - 10:48 WIB

Ketupat, Hidangan Legendaris Yang Selalu Ada Ketika Lebaran


Ketupat adalah lontong yang dikemas dalam wadah berbentuk berlian dari kantong anyaman daun palem.

Hidangan ini banyak ditemukan di Indonesia, Brunei, Malaysia, dan Singapura. Ketupat dibelah dan kulitnya dibuang.
 

Ketupat dipotong-potong dan disajikan sebagai makanan pokok menggantikan nasi putih biasa.

Biasanya dimakan dengan rendang, opor ayam, sayur labu dengan sambal goreng ati. Atau disajikan sebagai pendamping sate dan gado-gado.

Ketupat juga merupakan elemen utama dari masakan tertentu seperti ketupat sayur (ketupat dalam sup labu siam dengan tahu dan telur rebus) dan kupat tahu (ketupat dan tahu dalam bumbu kacang).

Penggunaan daun palem muda sebagai kantong  anyaman untuk memasak makanan tersebar luas di kawasan Maritim Asia Tenggara, mulai dari Indonesia dan Malaysia, hingga Filipina.

Ketupat terbuat dari beras yang telah dibungkus dengan kantong anyaman daun kelapa dan direbus. Saat nasi dimasak, biji beras mengembang mengisi kantong dan nasi menjadi padat. Cara memasak ini memberi ketupat bentuk dan tekstur yang khas pada lontong.
 

Di Jawa, Indonesia, ketupat telah digunakan sebagai "sajen" (persembahan bagi leluhur yang telah meninggal) selama berabad-abad.

Orang-orang menggantung seikat ketupat (biasanya gaya "banten") di pintu untuk mengobati arwah leluhur yang mereka yakini akan kembali berkunjung. Saat ini praktek tersebut hanya dilakukan oleh masyarakat desa pedalaman.