Foto: merahputih
Inilah Dia Kisah "Bumi Kenari" Di Indonesia
Puluhan pohon kenari kokoh tumbuh di wilayah Desa Nailang, Alor Timur Laut, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Meskipun belum berada di kawasan hutan, pohon kenari yang memiliki batang besar dan dapat hidup hingga ratusan tahun ini sudah terlihat dari jalan raya dan permukiman warga.
Alor dikenal sebagai "Bumi Kenari" karena wilayah ini ditumbuhi oleh ribuan pohon kenari secara alami. Kenari telah tumbuh di sana selama ratusan tahun dan dijadikan sebagai penanda wilayah oleh nenek moyang orang Alor ketika mereka bepergian ke tempat lain. Meskipun Alor dikenal sebagai Bumi Kenari, sebagian besar masyarakat setempat tidak menjadikan kenari sebagai komoditas utama dan bahkan tidak mengetahui bahwa kenari dapat diolah menjadi berbagai produk pangan.
Sayangnya, kelestarian kenari pernah terancam karena penebangan liar oleh beberapa oknum masyarakat yang memanfaatkan kayu kenari untuk bahan bangunan. Namun, pemerintah daerah telah melarang penebangan pohon kenari dan memperketat pengawasan. Beberapa warga yang diketahui menebang pohon kenari secara ilegal juga telah berurusan dengan pihak berwajib.
Ancaman terhadap kelestarian kenari tidak hanya berasal dari manusia, tetapi juga dari kondisi alam. Beberapa pohon kenari tumbang saat Alor dan beberapa daerah di Nusa Tenggara Timur diterjang badai Seroja pada April 2021.
Namun, ada titik balik dalam pandangan masyarakat terhadap kenari saat organisasi Wahana Visi Indonesia (WVI) dan Timurasa mulai memberikan pemberdayaan kepada komunitas lokal sejak 2018. Mereka memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa kenari adalah komoditas hutan yang dapat diolah menjadi berbagai produk pangan seperti selai, biskuit, dan es krim.
Selain itu, Program Kehutanan Multipihak Fase 4 (MFP4), sebuah program kerja sama antara Pemerintah Inggris dan Indonesia sejak tahun 2000, membantu para pelaku usaha hutan berbasis masyarakat untuk berkembang lebih cepat melalui pendekatan market access player (MAP) dan melakukan inkubasi pada mitra kerjanya.
Upaya WVI dan Timurasa untuk memberikan pemahaman dan pelatihan kepada masyarakat serta akses pasar yang diberikan oleh MFP4 telah membantu masyarakat Alor memahami potensi kenari sebagai komoditas yang bernilai ekonomi. Hal ini menjadi sebuah langkah ke arah pelestarian kenari di Alor, Nusa Tenggara Timur, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Kini telah hadir cemilan terbaru dari Timurasa, tersedia dalam berbagai varian asin dan manis yang membuat pengalaman ngemil seru semakin lengkap. Produk-produk Timurasa Indonesia, tersedia di Food Hall Plaza Senayan & Senayan City dan Alun-Alun Indonesia Grand Indonesia . Tersedia pula di marketplace kesayangan anda.
Klik link berikut:
