Foto : tribunnews.com
Sate Ayam Dan Kambing Terlalu Mainstream?? Cobalah Varian Sate Di Bawah Ini
Sate kemungkinan dikembangkan oleh pedagang kaki lima Jawa sebagai adaptasi dari kebab India.
Pengenalan sate, dan hidangan ikonik lainnya seperti tongseng dan gulai kambing berbahan dasar daging seperti kambing dan domba, bertepatan dengan masuknya pedagang dan imigran India dan Arab mulai abad ke-18.
Dari Jawa, sate menyebar ke seluruh Kepulauan Melayu dan akhirnya banyak variasi hidangan telah dikembangkan.
Dan berikut ini beberapa diantaranya yang unik dan patut Anda coba :
1. Sate Bulus

Foto : tribunnews.com
Sate penyu, kuliner langka dari Yogyakarta. Sate ini terbuat dari bulus air tawar (penyu cangkang lunak).
Disajikan dengan irisan bawang merah segar merica, dan kecap manis. Daging bulus juga disajikan dalam kuah atau dalam bentuk hidangan tongseng
2. Sate Kuda

Foto : tribunnews.com
Sate daging kuda. Dikenal secara lokal dalam bahasa Jawa sebagai sate jaran, ini terbuat dari daging kuda, makanan lezat khas Yogyakarta. Disajikan dengan irisan bawang merah segar, merica, dan kecap manis.
3. Sate Ular

Foto : kompas.com
Sate Ular, makanan langka dan eksotis yang biasa ditemukan di warung makan khusus menyajikan daging reptil eksotis seperti ular dan biawak, seperti yang ditemukan di dekat stasiun kereta Gubeng di Surabaya, atau di dekat stasiun kereta Mangga Besar dan Tebet di Jakarta. Biasanya daging ular sendok (cobra) atau sanca (python). Disajikan dengan irisan bawang merah segar, acar, merica, dan kecap manis.
4. Sate Kelinci

Foto : sumeks.com
Sesuai namanya, varian sate ini berbahan dasar daging kelinci, kelezatan khas Jawa. Disajikan dengan irisan bawang merah segar, sambal kacang, dan kecap manis.
Sate kelinci biasanya dapat ditemukan di kawasan wisata pegunungan di Jawa di mana penduduk setempat memelihara kelinci untuk diambil dagingnya, seperti Lembang di Jawa Barat, Kaliurang di Yogyakarta, Resor Bandungan dan Tawangmangu di Jawa Tengah, serta Telaga Sarangan di Jawa Timur.
