Nasi Kebuli, Nasi Lezat Dengan Pengaruh Budaya Timur Tengah Nasi Kebuli, Nasi Lezat Dengan Pengaruh Budaya Timur Tengah

Foto : suara.com

  • RAA
  • Kamis, 03 Desember 2020 - 16:09 WIB

Nasi Kebuli, Nasi Lezat Dengan Pengaruh Budaya Timur Tengah


Nasi kebuli , bagi Anda yang belum tahu dan belum pernah mencoba, merupakan nasi yang dimasak dengan kaldu daging kambing, susu kambing, dan mentega murni. 

Hidangan ini populer di kalangan komunitas Arab di Indonesia dan orang Betawi di Jakarta. 

Nasi kebuli dipengaruhi oleh budaya Arab dan asalnya dapat ditelusuri ke masakan Timur Tengah, terutama pengaruh Yaman , pengaruh masakan India (nasi biryani), dan pengaruh Afghanistan (kabuli palaw).


Nasi kebuli dibuat dengan menanak nasi yang direndam dalam kaldu daging kambing dengan susu atau santan sebagai pengganti air.


Daging kambing kemudian dimasak dan dicampur dengan campuran bumbu tumis dalam mentega murni (seringkali dengan ghee, secara lokal dikenal sebagai minyak samin).


Campuran bumbunya terdiri dari bawang putih giling, bawang merah, jahe, lada hitam, cengkeh, ketumbar, jintan, kapulaga, kayu manis, pala, garam, dan ghee.


Kemudian daging kambing, bumbu dan irisan tomat direbus bersama dengan nasi setengah matang dalam susu kambing hingga benar-benar matang.

Nasi kebuli biasanya disajikan dengan asinan nanas atau terkadang juga diberi sambal goreng hati dan ditaburi kismis atau terkadang kacang.


Dalam komunitas Hadhrami Indonesia, terkadang disajikan bersama dengan sop maraq (bumbu sop kambing).

Dalam budaya Betawi, nasi kebuli biasanya disajikan pada hari-hari raya keagamaan Islam, seperti Idul Fitri, Idul Adha atau Maulid Nabi.


Nasi kebuli juga populer di kota-kota dengan populasi keturunan Arab yang signifikan, seperti Jakarta, Surakarta, Surabaya, Gresik dan Banyuwangi.


Foto : kompas.com