Foto: merdeka
2010, Sebuah Tonggak Sejarah Unik Sepakbola
Pada Piala Dunia 2010, FIFA memperkenalkan aspek baru dalam memilih negara tuan rumah untuk Piala Dunia mendatang.
Karena kontroversi pemilihan tuan rumah Piala Dunia FIFA 2006, FIFA mengumumkan akan merotasi penyelenggaraan turnamen FIFA antara konfederasi konstituennya.
Hal ini akan berlanjut setidaknya sampai pemilihan tuan rumah Piala Dunia FIFA 2014 pada tahun 2007. Namun, kebijakan ini tidak bertahan lama, karena tidak berlaku lagi pada tahun 2007 setelah Brasil terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 2014.
Proses penawaran Piala Dunia FIFA 2010 adalah yang pertama menerapkan aturan rotasi kontinental. Piala Dunia FIFA ke-19 akan diadakan di Afrika, yang berarti hanya negara-negara Afrika yang dapat mengajukan penawaran.
Lima negara mengajukan diri diantaranya Mesir, Libia, Tunisia, Maroko, dan Afrika Selatan. Namun, karena FIFA mengumumkan tidak akan lagi menerima penawaran bersama (yang diterima untuk Piala Dunia 2002), Libia dan Tunisia mengundurkan diri.
Dengan tersisa tiga negara Afrika, proses pemungutan suara dimulai. Mesir tidak menerima satu pun suara, dan Maroko mendapat 10 suara.
Afrika Selatan yang kalah dalam proses pemungutan suara untuk Piala Dunia FIFA 2006 menerima 14 suara untuk Piala Dunia FIFA 2010 kali ini.
Pada 15 Mei 2004, presiden FIFA Sepp Blatter mengumumkan Piala Dunia ke-19 akan diadakan di Afrika Selatan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia FIFA, kejuaraan dunia akan diselenggarakan di benua Afrika.
Nonton bola akan lebih menarik dengan cemilan terbaru dari Timurasa, tersedia dalam berbagai varian asin dan manis yang membuat pengalaman nonton Piala Dunia 2022 semakin lengkap. Produk-produk Timurasa Indonesia, tersedia di Food Hall Plaza Senayan & Senayan City dan Alun-Alun Indonesia Grand Indonesia . Tersedia pula di marketplace kesayangan anda.
Klik link berikut:
