Mengenal Brem, Minuman Khas Indonesia Mengenal Brem, Minuman Khas Indonesia

Foto : ksmtour.com

  • RAA
  • Jumat, 27 November 2020 - 14:05 WIB

Mengenal Brem, Minuman Khas Indonesia


Brem adalah makanan fermentasi atau minuman fermentasi tradisional khas Indonesia.

Ada dua jenis brem, brem cake (padat) yang biasa disantap sebagai jajanan dari Madiun dan Wonogiri, dan minuman brem (cair) yang terbuat dari arak beras dari Bali dan Nusa Tenggara.

Kemunculan brem di Jawa diperkirakan sekitar lebih dari 1000 tahun lalu berdasarkan penyelidikan pada prasasti dan literatur Jawa Kuno.

Minuman brem dikonsumsi dan digunakan dalam upacara di pura Hindu yang disebut Tetabuhan, minuman persembahan untuk Buto Kala  untuk membangkitkan harmoni.

Brem dapat berwarna putih atau merah tergantung pada proporsi beras ketan putih dan hitam yang digunakan dalam produksi.

Cairan brem sangat manis, namun tetap mengandung asam dan mengandung alkohol dengan kadar yang bervariasi, biasanya dari 5% sampai 14%.

Sedangkan kue brem diproduksi di dua tempat, Wonogiri dan Madiun. Brem jenis ini diyakini konsumen Indonesia bermanfaat memperlancar sirkulasi darah.

Brem cair dibuat dari hasil fermentasi beras ketan hitam / putih  menggunakan bahan yang disebut ragi tape.


Beras ketan direndam dan ditiriskan, dikukus selama 1 jam, kemudian didinginkan. Beras ketan yang telah didinginkan kemudian diinokulasi dengan pita Ragi dan amilolisis dimulai.

Sirup beras yang memiliki tekstur seperti madu ini mengendap di dasar bejana pembuatan malt.

Setelah 3 hari konversi dari tepung beras menjadi gula, ragi ditambahkan dan fermentasi alkohol dimulai. Fermentasi alkohol biasanya berlangsung selama dua minggu.