Inilah Budaya Rijsttafel Zaman Kolonial Belanda Inilah Budaya Rijsttafel Zaman Kolonial Belanda

Foto : merdeka.com

  • RAA
  • Rabu, 18 November 2020 - 14:08 WIB

Inilah Budaya Rijsttafel Zaman Kolonial Belanda


Rijsttafel sebuah kata dalam bahasa Belanda yang secara harfiah diterjemahkan menjadi "meja nasi".


Istilah ini merujuk pada makanan Indonesia yang diadaptasi oleh Belanda mengikuti presentasi hidangan nasi padang dari wilayah Padang Sumatera Barat.


Hidangan Ini terdiri dari banyak lauk pauk yang disajikan dalam porsi kecil, disertai dengan nasi yang disiapkan dengan beberapa cara berbeda.


Lauk pauk yang populer antara lain egg roll, sambal, sate, ikan, buah, sayur, acar, dan kacang-kacangan. 

Hidangan Rijsttafel dibuat untuk jenis pesta resmi dan meriah yang akan mewakili sifat multi-etnis di kepulauan Indonesia. 

Hidangan dikumpulkan dari banyak daerah terpencil di Indonesia, di mana terdapat banyak masakan yang berbeda, seringkali ditentukan oleh etnis dan budaya dari pulau atau kelompok pulau tertentu - dari sate Jawa, tempe dan serundeng, hingga masakan vegetarian seperti gado-gado dan lodeh.


Sambal lalapan dari Batavia, rendang pedas dan gulai dari daerah Minangkabau di Sumatera, hingga hidangan Hindia Timur seperti nasi goreng, soto ayam dan masih banyak lagi.


Tidak ketinggalan masakan Indonesia dari pengaruh Tionghoa ; seperti babi ketjap Cina, lumpia, dan bakmi hingga semur daging sapi Eropa.


Selama berabad-abad popularitasnya di Hindia Belanda, barisan pelayan atau pramusaji menyajikan makanan maraton di atas piring-piring yang berisi berbagai macam hidangan.


Yang pertama dihidangkan adalah nasi berbentuk kerucut di atas piring besar, yang ditempatkan di tengah meja.


Para pelayan kemudian "mengepung" nampan nasi dengan sebanyak 40 mangkuk kecil berisi hidangan daging dan sayuran serta bumbu. 

Selama masa kejayaan kolonialnya, rijsttafel paling terkenal di Hindia Belanda disajikan untuk makan siang hari Minggu di Hotel des Indes di Batavia dan Hotel Savoy Homann di Bandung, di mana nasi ditemani oleh enam puluh hidangan berbeda.