Foto: liputan6
Viral Saat Moto GP Mandalika, Inilah Dia Profesi Pawang Hujan
Baru-baru ini ketika perhelatan Moto GP di Mandalika diadakan, publik dihebohkan dengan kehadiran pawang hujan yang berusaha meredakan hujan.
Di era modern ini yang semuanya hadir dengan teknologi yang canggih. Uniknya, orang Indonesia masih menggunakan cara khusus untuk menghentikan hujan dengan memakai jasa pawang hujan seperti di event Moto GP Mandalika yang lalu.
Di Indonesia, kehadiran pawang hujan ini suda ada dari era kerajaan. Kebanyakan orang Indonesia mempercayai hal-hal yanng mistis.
Biasanya pawang hujan bertugas untuk mencegah turunnya hujan pada saat-saat penting.
Bisa untuk mencegah datangnya hujan pada event lokal atau bahkan event nasional. Untuk event nasional, biasanya akan membutuhkan dua atau tiga pawang hujan tergantung acaranya.
Kebanyakan orang Indonesia menggunakan pawang hujan selama hari pernikahan atau ritual pra-nikah dalam budaya Jawa, festival kemerdekaan, beberapa ritual kematian di Indonesia, untuk festival lokal atau nasional.
Pada saat bertugas, pawang hujan akan membacakan mantera. Pada suku Jawa, mantra dan aturan tertulis di kitab primbon. Namun, masyarakat percaya bahwa tidak semua orang bisa mengikuti mantra tersebut.
Kitab Primbon biasa digunakan pada suku Jawa dan suku Betawi. Tidak hanya di masyarakat Betawi atau Jawa, di daerah lain di Indonesia juga melakukan ritual yang sama dengan nama yang berbeda.
Di Bali misalnya, orang menyebut pawang hujan sebagai Nerang Hujan. Di Riau, pawang hujan dikenal dengan sebutan Bomoh.

