Foto: jawapos
Inilah Dia Tari-Tarian Ikonik Dari Jawa Timur
Jawa Timur merupakan salah satu daerah terpadat di Indonesia. Dengan suku Jawa mendominasi wilayah tersebut, gaya hidup dan praktek budaya sangat dipengaruhi oleh tradisi Jawa.
Dari bahasa yang digunakan antara orang tua dan muda hingga pakaian yang dikenakan, orang Jawa cenderung hidup dengan aturan yang ketat dan saling menghormati.
Di antara praktek budaya tersebut, tari tradisional merupakan salah satu hal yang paling penting untuk dilestarikan di kalangan masyarakat Jawa.
Setiap kota di wilayah Jawa Timur memiliki tarian tradisionalnya masing-masing yang dipraktekkan baik oleh pria maupun wanita.
Sebagian besar dari tarian ini telah berhasil dipromosikan ke kancah internasional. Berikut ini beberapa diantaranya:
Jaranan
Foto: jawapos
Salah satu tarian tradisional paling terkenal di Jawa Timur. Tarian ini dipraktekkan di lebih dari 43 kota di Jawa Timur.
Setiap tarian Jaranan memiliki teknik dan gerakan yang berbeda. Beberapa kelompok mungkin menggabungkannya dengan unsur supernatural agar lebih menarik.
Tarian ini pada dasarnya terdiri dari sekelompok pria yang menari dengan menggunakan properti tari seperti mainan kuda, tali, dan kostum.
Gerakannya biasanya cenderung cepat dengan gerakan tempo yang upbeat. Ada banyak jenis Jaranan di Jawa Timur seperti Jaranan Buto, Jaran Kepang, Jaran Senterewe, Jaran Bodhag, dan bentuk-bentuk menarik lainnya.
Tarian ini biasanya menggambarkan kehidupan maskulin dalam masyarakat Jawa dengan menggunakan kuda dan renda sebagai simbol pria maskulin.
Reog Ponorogo
Foto: kompas
Reog sama terkenalnya dengan Jaranan di Jawa Timur. Namun, Reog mendapat lebih banyak pengakuan secara nasional dan internasional daripada Jaranan.
Biasanya dilakukan tarian ini dilakukan oleh 6-8 pria dan wanita. Tarian ini mengisahkan sebuah cerita, sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan tariannya.
Menurut sejarah, tarian ini sudah ada sejak zaman dahulu oleh Prabu Kelana Sewandana yang mencari pasangan hidup.
Kemudian ia memulai perjalanannya dengan ditemani oleh hambanya, Bujangganong hingga di kemudian hari, ia bertemu dengan Putri Dewi Sanggalangit, Putri dari Kerajaan Kediri.
Dia menyanggupi menjadi istri Sewandana dengan satu syarat: Prabu perlu membuat pertunjukan tari teatrikal. Maka lahirlah tarian ini.
Tarian ini terdiri dari lima unsur penting: Prabu Kelana Sewandana, Bujangganong Hamba, Jathil, Warok, dan Pembarong.

