Foto: theasianparent
Proses Pembuatan Batik Cirebon
Batik yang dikategorikan sebagai tradisi yang telah dipraktekkan selama berabad-abad di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Jawa Barat yang dikenal dengan Batik Cirebon.
Batik Cirebon erat kaitannya dengan kerajaan-kerajaan di daerah ini. Yaitu Kesultanan Kasepuhan dan Kesultanan Kanoman, dua istana kerajaan yang indah di Indonesia. Batik Cirebon hadir dalam beberapa jenis pola.
Berikut ini proses pembuatannya :
1. Potong
Potong bahan sesuai kebutuhan. Batik Cirebon menggunakan kain bernama mori.
2. Angetel
Langkah ini untuk menghilangkan pati dari bahan bakunya, yaitu mori. Kemudian, basahi mori dengan minyak kacang, soda ash, cairan pembersih, dan air.
Ratakan larutan ke seluruh bagian kain dan keringkan di bawah sinar matahari langsung. Selanjutnya, beri larutan lagi dan keringkan kembali kainnya.
Proses ini diulang hingga tiga minggu. Setelah itu, dicuci hingga bersih. Hal ini bertujuan agar warna meresap ke dalam serat mori dengan sempurna.
3. Angelengreng
Saatnya menggambar pola. Pola digambar menggunakan pensil dan kemudian digambar ulang dengan lilin panas, yang terbuat dari kombinasi parafin atau lilin lebah. Terkadang, juga dicampur dengan resin tanaman.
Lilin panas dioleskan menggunakan alat berbentuk pena yang disebut canting, gayung air yang terbuat dari bahan bambu, perunggu, dan besi.
4. Isen-Isen
Setelah pola digambar, berikan variasi pada ornamen yang telah digambar pada tahap anglengreng.
5. Nembok
Nembok berarti Anda memblokir latar belakang yang tidak perlu diwarnai.
6. Ngobat
Pada langkah ini Anda mewarnai batik yang telah diblok menggunakan cairan pewarna.
7. Anglorod
Setelah batik memiliki warna, Anda perlu menghilangkan lilin yang menutup pola dengan merebusnya.
Area yang memiliki warna akan dikontraskan dengan pola yang ditutup oleh lilin.
8. Angumbah
Langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah mencuci kain sampai bersih.
9. Pe
Setelah Anda memastikan bahwa kain benar-benar bersih, langkah terakhir adalah mengeringkan kain.

