Mengenal Seni dan Budaya Gorga Mengenal Seni dan Budaya Gorga

Foto : bisniswisata.co.id

  • RAA
  • Jumat, 13 November 2020 - 09:21 WIB

Mengenal Seni dan Budaya Gorga


Gorga adalah salah satu bentuk dekorasi artistik yang terdapat pada budaya Batak Toba di Sumatera Utara, Indonesia.


Motif gorga berbentuk kembang dan bergelombang. Motifnya dilukis atau diukir pada kayu dengan tiga warna: putih, merah, hitam; masing-masing sesuai dengan alam yang berbeda dalam kosmologi Batak Toba.

Motif gorga banyak dijumpai pada arsitektur Batak Toba misalnya rumah atau benda seperti alat musik.


Gorga dimaksudkan untuk melindungi bangunan atau objek dari bahaya spiritual misalnya roh jahat yang dikirim dari desa tetangga.


Motif gorga sering menghiasi permukaan rumah tradisional dan ukiran figural.

Ukiran Gorga dipercaya dapat melindungi rumah dari banjir, gempa bumi, dan kebakaran; dan untuk mengusir rumah dari bahaya roh-roh jahat.


Ukiran gorga dibuat dengan menguraikan motif bunga atau bergelombang pada kayu, dan kemudian ujung pisau ditempatkan pada cant, lalu diketuk dengan palu di sepanjang garis.

Untuk memastikan alur yang halus, potongan serupa dibuat dengan pisau dan palu miring ke arah yang berlawanan.

Lukisan Gorga dapat ditemukan menghiasi bagian dalam rumah Batak Toba, dan tidak harus dalam bentuk ukiran.


Gorga menggunakan warna merah, hitam, dan putih. Tiga warna itu disebut sitiga bolit, masing-masing melambangkan tiga alam dalam kosmologi Batak: putih melambangkan alam atas (banua ginjang), merah melambangkan alam tengah (banua tonga), sedangkan hitam melambangkan alam bawah (banua toru).

Secara tradisional, warna merah diambil dari batu hula, sejenis batu berwarna merah. Putih diambil dari batu lunak yang dikenal sebagai tano buro. Warna hitam diambil dari tumbuhan