Foto : bingkaran.com
Ragam Kebudayaan Tari Topeng Indonesia Dari Berbagai Daerah
Tarian topeng merupakan salah satu kebudayaan asli Indonesia yang telah menarik banyak minat orang Eropa dan Amerika.
Tarian ini ternyata memiliki banyak ragamnya di beberapa wilayah Indonesia. Berikut ini beberapa diantaranya :
1. Tari Topeng Bali

Foto : malangtimes.com
Dipercaya bahwa penggunaan topeng terkait dengan pemujaan para leluhur, yang menganggap penari sebagai juru tafsir para dewa.
Topeng tradisional yang dipakai terdiri dari Topeng Manis (pahlawan halus), Topeng Kras (bela diri, karakter otoriter), dan Topeng Tua (lelaki tua yang suka bercanda dan memancing penonton).
Kisahnya diceritakan dari seorang penasar, topeng setengah tanpa rahang yang memungkinkan sang aktor berbicara dengan jelas.
Dalam kelompok topeng, biasanya terdapat dua penasar yang memberikan dua sudut pandang.
Pertunjukan tersebut bergantian antara karakter yang berbicara dan tidak berbicara, dan dapat mencakup urutan tarian dan pertarungan serta efek khusus (kadang-kadang dimainkan oleh gamelan).
2. Tari Topeng Cirebon

Foto : bingkaran.com
Tari topeng Cirebon adalah bentuk kesenian asli daerah Cirebon di Jawa, termasuk Indramayu dan Jatibarang, Jawa Barat dan Brebes, Jawa Tengah.
Jenis tari topeng Cirebon sangat beragam, baik dari segi gaya tari maupun cerita yang ingin disampaikan.
Tari topeng bisa dibawakan oleh penari tunggal atau bisa dibawakan oleh beberapa orang.
Gerakan tangan dan tubuh yang anggun, serta musik pengiring yang didominasi oleh gendang dan rebab, merupakan ciri khas dari bentuk kesenian tersebut.
Tari topeng Cirebon menggambarkan kisah Pangeran Panji dari Jawa Timur abad ke-15, atau kisah Majapahit lainnya.
Topeng Klana Kencana Wungu adalah tari topeng Cirebon dengan gaya topeng Parahyangan yang menggambarkan kisah Ratu Kencana Wungu dari Majapahit dikejar oleh Raja Minak Jingga Blambangan yang aneh dan kasar.
Tari topeng Kandaga Sunda mirip dan dipengaruhi oleh topeng Cirebon, di mana penarinya memakai topeng dan kostum berwarna merah.
3. Tari Topeng Yogyakarta

Foto : dictio.com
Dalam tradisi Yogyakarta, tari topeng merupakan bagian dari pertunjukan wayang wong.
Disusun dan diciptakan oleh Sultan Hamengku Buwono I (1755–1792), tokoh-tokoh tertentu seperti wanara (monyet) dan denawa (raksasa) dalam Ramayana dan Mahabharata menggunakan topeng, sedangkan kesatria dan putri tidak menggunakan topeng.
Para punakawan (pelawak) mungkin menggunakan topeng setengah (topeng tanpa rahang) agar dia dapat berbicara dengan bebas dan jelas.
Yang penting di sini, kumisnya dicat hitam. Tarian Topeng Klono Alus, Topeng Klono Gagah, dan Topeng Putri Kenakawulan merupakan tarian klasik keraton Yogyakarta yang bersumber dari cerita Raden Panji dari peninggalan Majapahit abad ke-15.
Tari Klono Alus Jungkungmandeya dan Klono Gagah Dasawasisa adalah tari topeng yang diadaptasi dari cerita Mahabharata.
