Inilah Dia Festival-Festival Budaya Khas Indonesia Inilah Dia Festival-Festival Budaya Khas Indonesia

Foto: merdeka

  • RAA
  • Minggu, 24 April 2022 - 13:37 WIB

Inilah Dia Festival-Festival Budaya Khas Indonesia


Salah satu hal yang membuat Indonesia menarik adalah keragaman budayanya. Tidak akan ada habisnya membicarakan budaya Indonesia, apalagi membicarakan festival budaya dari masing-masing daerah.

Setiap budaya pasti memiliki hari atau periode khusus, biasanya untuk mengenang suatu peristiwa keagamaan dengan kegiatan sosial, makanan, atau upacara.

Rangkaian acara khusus yang diselenggarakan ini dapat dinikmati dalam bentuk pertunjukan musik, pesta kostum, pesta besar, drama, dan lain sebagainya.

Berikut ini beberapa diantaranya : 


Bau Nyale
Foto: kompas

Festival Bau Nyale adalah salah satu festival tertua di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Festival tahunan ini biasanya diadakan pada tanggal 20 bulan 10 berdasarkan penanggalan bulan suku Sasak.

Menurut bahasa Sasak, kata “bau” berarti “menangkap” sedangkan kata “Nyale” adalah sebutan untuk cacing laut yang hanya muncul di pantai setahun sekali.

Inilah alasan mengapa Festival Bau Nyale dilakukan dengan menangkap cacing di sepanjang pantai Lombok. 

Garis pantai yang membentang hampir 76 kilometer ini biasanya akan dipenuhi lautan manusia yang juga ikut merayakan Festival Bau Nyale.

Tradisi Bau Nyale dikaitkan dengan kisah Putri Mandalika yang konon diperebutkan oleh banyak pangeran.

Sang putri tidak dapat menemukan pilihan dan akhirnya memutuskan untuk menceburkan diri ke laut.

Nyale atau cacing laut yang keluar setahun sekali di Laut Selatan Lombok Tengah dipercaya sebagai rambut jelmaan Putri Mandalika.

Makhluk-makhluk ini muncul setahun sekali di sekitar Pantai Kuta dan Seger saat musim hujan. Cacing laut selalu muncul dalam dua hingga tiga malam, tepatnya sebelum fajar. 

Festival Bau Nyale tidak sebatas parade menangkap cacing di laut, tetapi juga berbagai acara budaya lainnya.

Beberapa diantaranya adalah pementasan drama kolosal Putri Mandalika, ritual penyambutan Putri Mandalika, Lomba Pemilihan Putri Mandalika, Gandeng Baleq, Peresean, Balap Sepeda, Lomba Pacuan Kuda, dan masih banyak lagi parade budaya lainnya.


Festival Tidore
Foto: merdeka

Festival Tidore merupakan acara tahunan yang diadakan oleh Pemerintah Kota Tidore.
Acara tahunan ini dirangkai dalam bentuk festival budaya yang menyatukan beberapa acara adat.

Festival Tidore selalu diadakan dalam rangka memperingati hari jadi Kota Tidore. Festival ini diadakan selama 3 hari, dari tanggal 1 hingga 3 April. Ada banyak rangkaian acara yang menjadi bagian dalam Festival Tidore.

Salah satunya adalah ritual Dowari. Ritual ini dilakukan untuk mengawali sebuah acara adat bernama Soa Romtoha di Maluku Utara.

Ritual ini wajib dan selalu dilakukan sebelum membuka hajatan. Soa Romtoha merupakan pertemuan ritual antara lima warga untuk mengantarkan air yang diambil dari puncak Gunung Kie Matabu dengan menggunakan Rau untuk dituangkan atau dijadikan satu dalam wadah bambu yang telah disediakan.

Selain itu, ada juga karnaval budaya, pameran ekonomi kreatif, pameran arsip dan koleksi foto dari seluruh penjuru kota. 


Festival Nias
Foto: kompas

Lompat batu menjadi atraksi yang ditampilkan dalam festival tradisional ini. Acara ini biasanya diadakan pada bulan Agustus di Desa Bawomataluo. Desa ini telah terdaftar sebagai Warisan Dunia di UNESCO sejak tahun 2009.

Lompat batu ini menjadi ikon wisata Pulau Nias dan pernah dijadikan gambar di uang kertas Indonesia pada tahun 1992.

Objek wisata ini menjadi daya tarik wisata di pulau Nias. Dahulu, lompat batu ini sengaja dibuat untuk menguji keberanian anak laki-laki di Nias yang sudah memasuki usia dewasa. Pria yang berhasil melompati susunan batu tersebut dianggap sudah dewasa.

Tokopedia Timurasa

Shoppee Timurasa

Blibli Timurasa

Lazada Timurasa