Foto: facebook
Ritual-Ritual Masyarakat Indonesia Untuk Menyambut Usia Dewasa
Pernahkah Anda mendengar tentang ritual kedewasaan dalam budaya Indonesia? Ritual menuju kedewasaan biasanya dilakukan oleh suku-suku dengan adat tertentu.
Bagi masyarakat modern saat ini, ritual menuju kedewasaan ini bukanlah sesuatu hal yang mendesak dan tidak terlalu penting. Namun sejumlah ritual adat ini menyimpan nilai-nilai budaya dan tetap dilakukan secara turun temurun.
Berikut ini beberapa diantaranya :
Metatah
Foto: tribunnews
Metatah dalam bahasa Bali adalah tradisi potong gigi. Upacara kedewasaan khas Bali ini tidak hanya disebut Metatah.
Beberapa nama lain seperti Mepandes dan Mesangih juga sering digunakan dalam penyebutan upacara potong gigi ini.
Metatah dilakukan oleh penganut agama Hindu di Bali ketika seorang anak beranjak dewasa dari masa remajanya.
Tidak hanya sarana sebagai upacara menuju kedewasaan, tetapi Metatah juga sering diartikan sebagai sarana membayar hutang orang tua kepada anak-anak tercintanya.
Menurut tradisi Hindu-Bali, pembayaran utang ini berupa penghapusan enam sifat buruk yang tertanam dalam diri manusia.
Pada saat Metatah, ritual yang akan dilakukan pada upacara ini adalah memotong 6 gigi yang terletak di bagian atas berupa taring. Tujuan dipercaya dari upacara potong gigi ini adalah untuk mengurangi sifat buruk anak.
Supitan
Foto: facebook
Upacara Supitan umumnya lebih dikenal masyarakat sebagai upacara khitanan atau khitanan.
Upacara ini khusus untuk anak laki-laki yang sudah beranjak dewasa dan merupakan ritual yang wajib bagi pemeluk agama Islam.
Bagi masyarakat Jawa sendiri, Supitan merupakan upacara adat yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat Jawa.
Berdasarkan adat Jawa, Supitan biasanya dilakukan dengan mengadakan pesta besar.
Biasanya sehari sebelum acara akan diadakan pertunjukan tradisional. Pertunjukan tersebut akan menampilkan gamelan Gangsa Slendro dan Pelog.
Pada acara tersebut juga terdapat pekobongan, semacam ruangan dengan tetuwuhan atau daun dan tandan pisang. Tanaman ini menandakan kesuburan.
Fahombo
Foto: fahombo
Fahombo atau biasa disebut Batu Hombo merupakan tradisi dari Suku Nias. Peserta upacara adat ini diharuskan melompati susunan bangunan batu yang memiliki ketinggian 2 meter dengan ketebalan sekitar 40 sentimeter.
Fahombo sendiri merupakan ritual pendewasaan orang Nias yang dilakukan khusus untuk para pemuda yang beranjak dewasa.
Di masa lalu, pemuda suku Nias yang berhasil melompati bangunan batu tinggi akan diakui sebagai pria dewasa.
Pengakuan ini sangat penting bagi kelangsungan hidup generasi muda Nias, karena jika dianggap sebagai laki-laki dewasa, mereka sudah dapat memiliki hak untuk bergabung sebagai tentara perang dan diperbolehkan menikah.

