Foto: tokopedia
Karakter Unik Rumah-Rumah Adat Bali
Bali memiliki rumah adat yang unik. Ciri khas rumahnya sebagian besar didasarkan pada karakteristik budaya adat Bali yang dipengaruhi oleh agama Hindu.
Kebanyakan orang Bali mempertahankan budaya adat mereka sejak lama dan masih ada sampai sekarang.
Jika Anda pernah berkunjung ke Bali, Anda akan menemukan begitu banyak rumah adat di sana.
Berikut ini karakteristik dari rumah Adat Bali :
Bahan Bangunan
Bahan bangunan dalam rumah adat Bali menyesuaikan dengan Kasta mereka dalam masyarakat. Tingkatan Kasta berdasarkan masyarakat Hindu dimulai dari yang tertinggi Brahmana lalu Ksatria, Waisya, dan Sudra.
Bahan bangunan berbeda-beda menyesuaikan Kasta. Misalnya bagi mereka yang kesehariannya sebagai petani akan membangun rumah dari tanah liat. Untuk kasta lain yang lebih tinggi seperti Brahmana akan menggunakan batu bata.
Sangat Terkait Dengan Agama Hindu
Rumah adat Bali umumnya sangat terikat dengan agama Hindu. Tri Hita Karana, Tri Mandala, Sanga Mandala, Asta Kosala, dan Arga Sagara harus menjadi bagian dari rumah ini. Sebagai penganut agama Hindu, mereka percaya bahwa rumah mereka juga memiliki hubungan dengan Tuhan.
Tujuan dari keterikatan dengan agama Hindu adalah untuk menemukan keselarasan dalam kehidupan berdasarkan ajaran agama Hindu di Bali. Rumah harus menjadi tujuan yang dinamis untuk dicapai antara Pawongan, Palemahan, dan Parahyangan.
Ritual Sakral
Sebelum membangun rumah dan peletakan batu pertama, harus ada ritual sakral dari masyarakat Bali yang disebut Nasarin. Mereka akan memohon kepada Tuhan agar mendapatkan berkah berupa rasa syukur, kekayaan, kesehatan, dan rumah yang kokoh dalam waktu yang lama.
Pekerja juga akan mengadakan ritual yang disebut upacara Prayascita. Ritual bagi pekerja ini bertujuan untuk meminta keselamatan kepada Tuhan selama proses membangun rumah.

