Inilah Dia Rumah-Rumah Adat Jawa Inilah Dia Rumah-Rumah Adat Jawa

Foto: 99

  • RAA
  • Minggu, 03 April 2022 - 15:57 WIB

Inilah Dia Rumah-Rumah Adat Jawa


Rumah adalah tempat berlindung bagi keluarga untuk berkumpul, bekerja atau beristirahat. Rumah-rumah di Jawa telah mengalami begitu banyak transformasi selama bertahun-tahun agar terlihat lebih modern.

Masyarakat di pulau Jawa juga memiliki rumah tradisional mereka sendiri dan masih digunakan oleh penduduk desa untuk tinggal. 


Berikut ini beberapa diantaranya : 

Rumah Joglo
Foto: kompas

Rumah Joglo merupakan rumah adat yang dapat ditemukan tersebar di seluruh pulau Jawa. Namun aslinya berasal dari Jawa Tengah.

Komponen utama rumah adalah kayu jati. Yang menarik dari rumah ini adalah atapnya. Bentuknya menyerupai piramida, seperti puncak gunung. Simbolisme ini penting bagi orang Jawa karena mereka menganggap gunung sebagai hal yang sakral.

Rumah memiliki 4 tiang utama yang memiliki arti khusus. Mereka mewakili empat arah mata angin, Utara, Timur, Selatan dan Barat yang dianggap memiliki kekuatan gaib.

Rumah Badui

Foto: 99

Rumah adat Badui sebagian besar terletak di Banten, provinsi barat Jawa. Seluruh rumah dibangun dengan bahan-bahan alami.

Bambu adalah komponen terpenting untuk rumah ini bersama dengan beberapa jenis kayu dan batu. Batu sungai adalah fondasi rumah ini.

Fondasi dikubur jauh di bawah tanah untuk membuat rumah itu kuat. Hal ini juga untuk memastikan tiang-tiang rumah tidak mudah lapuk. Dinding rumah ini dibuat dengan anyaman bambu agar rumah tetap sejuk.


Rumah Kasepuh
Foto: 99

Jawa Barat juga memiliki rumah adat Kasepuh. Rumah adat sudah ada sejak tahun 1529. Seorang pangeran bernama Cakrabuana membuatnya dan itulah sebabnya rumah adat inj juga dianggap sebagai rumah bangsawan.

Rumah ini sangat besar dan halamannya dipenuhi dengan banyak bangunan kecil lainnya tanpa dinding yang memiliki tujuan tersendiri.

Beberapa digunakan untuk menjadi tempat melihat kereta tentara, sementara yang lain digunakan untuk tempat memainkan gamelan dua kali setiap tahun.