Foto: suara
Alat Transportasi Unik Dari Indonesia
Transportasi telah banyak mengalami perkembangan. Indonesia, negara yang memiliki potensi sumber daya yang kaya, memiliki beberapa jenis transportasi tradisional yang unik.
Di beberapa provinsi, masyarakat masih menggunakannya untuk transportasi sehari-hari.
Meski transportasi tradisional Indonesia kalah canggih dibanding negara lain, namun transportasi tradisional Indonesia memiliki nilai yang sangat berharga dan penting karena dapat memperkaya warisan budaya Indonesia.
Berikut ini beberapa diantaranya :
Bajaj

Foto: bajaj
Bajaj biasa dilafalkan sebagai Bajai, merupakan jenis kendaraan roda tiga yang banyak digunakan di Jakarta. Bajaj diketahui berasal dari India.
Nama bajaj itu sendiri sebenarnya berasal dari perusahaan transportasi India, Bajaj Auto. Bajaj bisa membawa hingga 3 penumpang. Dua untuk dewasa dan satu untuk anak-anak.
Salah satu kendala utama Bajaj adalah kandungan emisi gas buang yang tinggi akibat penggunaan mesin 2 tak dan tidak memenuhi persyaratan emisi gas buang EURO II yang berlaku di Indonesia sejak tahun 2005.
Apalagi suara mesin 2 tak yang bising juga semakin dianggap mengganggu hingga kemudian Pemprov DKI Jakarta memikirkan transportasi alternatif dari bajaj.
Pempriov DKI telah menawarkan alternatif transportasi baru yang disebut “Kancil”. Banyak pengemudi Bajaj yang menolak karena harganya mencapai 30 juta rupiah per unit.
Pemerintah akhirnya memilih untuk tetap menggunakan bajaj roda tiga bahan bakar gas dengan mesin 4 tak baru yang lebih senyap dan ramah lingkungan.
Pinisi
Foto: suara
Pinisi adalah kapal layar tradisional dari Indonesia. Berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan. Kapal-kapal ini umumnya memiliki dua tiang utama dan tujuh layar.
Tiga di ujung depan, dua di depan dan dua di belakang. Di sisi lain, ketenaran Pinisi telah tersebar di seluruh dunia. Pinisi sudah berlayar sejak abad ke-14.
Kapal ini sudah menjelajahi lautan di seluruh dunia. Proses pembangunan kapal ini istimewa. Kapal ini dibuat oleh ahlinya secara manual menggunakan tangan tanpa bantuan mesin modern.
Semua bagian perahu terbuat dari kayu. Meski hanya menggunakan kayu, perahu ini mampu menahan terjangan ombak dan badai di lautan. Apalagi Pinisi merupakan satu-satunya kapal besar dari zaman dahulu yang masih diproduksi sampai sekarang.
Cidomo

Foto: bobo
Cidomo merupakan kepanjangan dari Ci (Cikar) artinya kuda, Do (Dokar/Delman) artinya Gerobak, dan Mo (Montor) artinya roda mobil. Paling sering ditemukan di pulau Lombok.
Dalam perkembangannya, Cidomo tidak hanya berfungsi untuk mengangkut padi tetapi juga sebagai kendaraan untuk menunjukkan kawasan persawahan yang letaknya jauh dari pemukiman penduduk. Cidomo dapat ditemukan di antara kota dan desa di Lombok.
Ada beberapa tempat seperti pasar tradisional yang masih menggunakan Cidomo sebagai angkutan umum.
Kendaraan ini bisa membawa penumpang hingga tujuh orang. Bentuk Cidomo mirip dengan Cikar.
