Nyirih, Tradisi Nusantara Yang Mulai Tergerus Zaman Nyirih, Tradisi Nusantara Yang Mulai Tergerus Zaman

Foto: detik

  • RAA
  • Selasa, 29 Maret 2022 - 11:46 WIB

Nyirih, Tradisi Nusantara Yang Mulai Tergerus Zaman


Tradisi nyirih saat ini lebih banyak dilakukan oleh masyarakat tradisional yang belum atau hanya sedikit terpapar oleh modernitas. Budaya nyirih banyak dilakukan di Sumatra, Sulawesi, atau Indonesia Timur seperti Nusa Tenggara Timur, sampai Papua. Budaya mengunyah sirih ini memiliki macam-macam sebutan sesuai dengan bahasa daerah masing-masing seperti "nyirih", "nginang", "bersugi". "bersisik", "menyepah", atau "nyusur."


Konon, tradisi mengkonsumsi sirih dan pinang sudah dimulai sejak zaman neolitikum. Masyarakat Asia Tenggara sendiri diperkirakan mengenal sirih sejak 3000 tahun yang lalu. Ada yang beranggapan bahwa tradisi ini berasal dari India, namun ada juga yang berpendapat bahwa tradisi ini berasal dari Nusantara. Hal ini didasarkan bahwa sirih dan pinang merupakan tanaman asli kepulauan Indonesia.

Nyirih merupakan tradisi yang penting bagi orang Indonesia. Hal ini dapat terlihat dari adanya tradisi nyirih dalam hampir semua ritual. Mulai dari kelahiran, inisiasi kedewasaan, pernikahan, sampai kematian. Ritual penyembuhan dan persembahan kepada roh leluhur pun tidak ketinggalan.

Secara umum, ada tiga unsur utama untuk nyirih, yaiur pinang, daun sirih, dan kapur sirih. Yang membedakan hanya rupa-rupa kepercayaannya.  Pinang dan sirih dalam bahasa Melayu dapat diartikan sebagai meminang atau melamar. Di Aceh, memberikan sirih bermakna "memberikan cinta". Di masa lalu, pria Aceh yang menceraikan istrinya akan memberikan tiga lembar daun pinang.


Le Passiko merupakan bahasa Makassar yang berarti "sebungkus daun sirih" dimana memberikan tersebut bermakna mengajukan lamaran. Di Makassar Ibu pengantin perempuan melakukan ritual nyirih bersama pasangan pengantin di malam pertama. Setelah kelahiran anak, ibu baru dan mertuanya melakukan nyirih bersama.

Orang Jawa menyebut lintingan sirih sebagai gantal. Upacara balangan suruh atau gantal merupakan sebuah upacara dimana kedua mempleai saling melempar sirih sebagai perlambang saling lempar kasih dan harapan.

Mulai hilangnya tradisi nyirih disebabkan modernitas. Konsumsi rokok menjadi salah satu bagian dari modernitas yang menghilangkan kebiasaan nyirih yang dianggap jorok dan tidak higienis. Nyirih saat ini masih bertahan pada masyarakat tradisional dan menjadi sebuah kesinambungan sebuah tradisi masa lalu.