Alat-Alat Kesenian Dari Sulawesi Utara Alat-Alat Kesenian Dari Sulawesi Utara

Foto: pinhome

  • RAA
  • Minggu, 27 Maret 2022 - 12:39 WIB

Alat-Alat Kesenian Dari Sulawesi Utara


Sulawesi Utara merupakan salah satu daerah yang terletak di sisi utara pulau Sulawesi yang memiliki pemandangan yang indah dan begitu banyak budaya tradisional.

Kedua hal ini menjadi daya tarik wisata yang paling banyak dicari di sana.  Umumnya para wisatawan paling menikmati berwisata ke Sulawesi Utara untuk menikmati budaya tradisional mereka, termasuk alat musik tradisional mereka. Mereka telah menjaga dan melestarikan instrumen tradisional ini turun temurun.

Berikut ini beberapa diantaranya : 


Salude
Foto: indonesiakaya

Salude adalah salah satu alat musik tradisional dari Sulawesi Utara yang terbuat dari bambu. Instrumen ini sekilas mirip dengan Santu dan memiliki dua senar, tetapi alat musik ini dimainkan dengan dipukul menggunakan pelepah pinang.

Salude biasanya dimainkan untuk mengiringi beberapa lagu atau tarian tradisional dari Sulawesi Utara. Itulah mengapa Anda dapat dengan mudah menemukan festival musik dan seni di sana.


Tetengkoren
Foto: pinhome

Tetengkoren adalah salah satu alat musik tradisional yang berasal dari suku Minahasa I yang terkenal kaya dengan begitu banyak budaya tradisional.

Tetengkoren terbuat dari bambu yang mirip dengan Kentongan khas Jawa. Anda harus menabuh instrumen ini untuk menghasilkan suara yang bagus.

Tetengkoren dulunya merupakan alat yang penting bagi petani untuk mengusir hama datang ketika musim panen tiba.

Dalam kesehariannya, masyarakat akan menggunakannya sebagai alat komunikasi di lingkungan mereka sebelum populer menjadi alat musik tradisional khas Sulawesi Utara.


Yori
Foto: pinhome

Yori adalah salah satu alat musik tradisional Sulawesi Utara yang berasal dari suku Kulawi. Instrumen ini mirip dengan instrumen mouth harp, tetapi  yori memiliki suara yang lebih dalam.

Yori  bisa dibuat dari pelepah lontar, kayu atau bambu kemudian diikat dengan rapi. Biasanya dimainkan pada waktu gerhana bulan atau matahari oleh suku Kulawi dengan ritual tertentu.