Foto: kompas
Festival-Festival Budaya Khas Indonesia
Festival indonesia terkenal akan budaya nya. Indonesia terdiri dari lebih dari 1340 suku yang memiliki lebih dari 652 bahasa. Fakta tersebut membuktikan kepada kita bahwa negeri ini kaya akan budaya.
Setiap sukunya memiliki adat yang berbeda dengan upacara atau festival unik yang memiliki tujuannya masing-masing.
Wisatawan dari seluruh dunia selalu terpesona oleh festival ini begitu mereka melihatnya dan terus datang kembali untuk melihat festival terkenal lainnya di Indonesia dari suku atau daerah lain.
Berikut ini beberapa diantaranya :
Tabuik
Foto: adira
Festival ini diadakan setiap tanggal 10 Muharam dalam kalender Islam untuk memperingati kematian Husein bin Ali, cucu Nabi Muhammad.
Upacara adat ini terdiri dari 7 tahapan ritual: pertama, memeriksa tanah, menebang batang pisang, berputar, menjentikkan jari, mengarak sorban, tabuik pangkek, tabuik hoyak, dan membuang tabuik ke laut.
Festival Tabuik dilambangkan dengan kuda berkepala dan bersayap manusia yang disebut “buraq” dan “tabut” atau peti kayu.
Buraq ini dilambangkan dengan peti kayu di punggungnya karena ada satu kisah yang menceritakan seolah-olah buraq telah membantu mengantarkan jenazah Husein ke akhirat.
Dan orang Pariaman biasanya membuat beberapa seni buraq buatan untuk mengingat cerita ini di festival Tabuik.
Festival Nias
Foto: kompas
Budaya Nias merupakan salah satu budaya yang populer di Indonesia. Salah satunya adalah lompat batu yang sangat tinggi.
Banyak pengalaman baru yang bisa Anda dapatkan dengan menyaksikan berbagai festival di Nias, seperti Festival Kuliner Tradisional Nias, Festival Tari Tradisional, Kompetisi Musik Tradisional, Pertunjukan Seni Multi-etnis, Olahraga Tradisional dan Lomba Rakyat dengan ribuan penampil memeriahkan festival.
Rambu Solo
Foto: kompas
Rambu Solo sebenarnya adalah pesta upacara kematian yang terkenal mahal harganya. Diadakan antara bulan Agustus dan Oktober.
Yang paling unik adalah ketika algojo menebang 25-100 ekor kerbau hanya dengan satu tebasan.
Jika satu kali gagal, maka sang algojo harus mengulanginya lagi dari awal dan menambahkan lebih banyak kerbau ke dalam ritual.
