Foto: iqbalproject
Berbagai Transportasi Unik Indonesia
Transportasi telah banyak mengalami perkembangan. Indonesia, negara yang memiliki potensi sumber daya yang kaya, memiliki beberapa jenis transportasi tradisional yang unik.
Di beberapa provinsi, masyarakat masih menggunakannya untuk transportasi sehari-hari. Meski transportasi tradisional Indonesia kalah canggih dibanding negara lain, namun transportasi tradisional Indonesia memiliki nilai yang sangat berharga dan penting karena dapat memperkaya warisan budaya Indonesia.
Berikut ini beberapa diantaranya :
Becak
Foto: republika
Becak merupakan alat transportasi roda tiga yang umum dijumpai di Indonesia dan beberapa negara di Asia. Kendaraan ini hanya dapat membawa dua penumpang dan satu pengemudi.
Becak biasanya dapat ditemukan di beberapa daerah seperti pedesaan, desa atau jalan-jalan kecil lainnya. Banyak orang terutama wanita menggunakan ini untuk membawa belanjaan mereka dari pasar.
Becak menjadi kebanggaan dalam beberapa dekade antara 1970 hingga 1980. Pada era itu, transportasi umum di kota-kota besar Indonesia belum banyak tersedia.
Kelebihan menggunakan Becak adalah ramah lingkungan dan tidak menimbulkan suara bising seperti sepeda motor. Becak juga tidak mengeluarkan aliran gas emisi karbon monoksida yang sering menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.
Cikar
Foto: iqbalproject
Cikar adalah transportasi tradisional bagi petani. Masih digunakan oleh sebagian petani di Desa Wadung, Kota Tuban, Jawa Timur.
Cikar juga digunakan untuk mengangkut hasil bumi dan pupuk. Cikar merupakan transportasi pertama milik Departemen Perhubungan Motor Republik Indonesia (DAMRI) yang berperan aktif saat perjuangan kemerdekaan pada tahun 1946.
Bagi sebagian orang, terutama di pedesaan, Cikar masih digunakan sebagai transportasi untuk melewati daerah yang sulit dilewati truk.
Cikar dilengkapi dengan dua roda dan gerobak yang ditarik oleh dua ekor sapi, digunakan untuk mengangkut muatan barang, misalkan hasil pertanian.
Bentor
Foto: tandaseru
Bentor merupakan transportasi yang memadukan antara becak dan sepeda motor. Kendaraan ini dapat ditemukan di sebagian besar wilayah Gorontalo, pulau Sulawesi.
Sumatera Utara merupakan provinsi lain yang masih menggunakan Bentor. Namun, ada perbedaan antara Sumatera Utara dan Gorontalo.
Pengemudi di Sumatera mengemudi di samping penumpang, sedangkan pengemudi di Gorontalo duduk di belakang penumpang. dapat membawa lebih dari dua penumpang.
Bentor menggunakan roda tiga dan untuk membuat satu Bentor membutuhkan biaya sekitar 2,5 juta hingga 5 juta rupiah.
Di sisi lain, konstruksi Bentor terbilang unik. Kepala sepeda motor diganti dengan becak sedangkan jok belakangnya masih tetap sama.
