Selamat Hari Nyepi
Selamat Hari Nyepi Tahun Baru Saka 1944, Inilah Dia Berbagai Tradisi Hari Nyepi
Selamat Hari Nyepi Tahun Baru Saka 1944.Nyepi merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan kalender saka. Nyepi berasal dari kata sunyi, senyap, dan tidak ada kegiatan. Hari Raya Nyepi pertama kali diselenggarakan pada 78 tahun Masehi.
Sesuai namanya, pada Tahun Baru Saka, semua umat Hindu akan melaksanakan catur brata penyepian dan menyepi. Semua kegiatan di Bali akan ditiadakan seperti tempat makan, pusat perbelanjaan, dan bandara. Hanya rumah sakit yang diizinkan untuk tetap beroperasi seperti biasa. Nyepi di Bali memiliki beberapa tradisi, berikut daftarnya:
Upacara Melasti
Upacara Melasti memiliki makna menyucikan alam manusia (Bhuana Alit) dan alam semesta (Bhuana Agung). Upacara ini dlakukan dengan bersembahyang menghadap laut. Dalam upacara ini pralingga atau pratima Ida Bharata akan diusung berkelilin desa sebelum menuju laut. Pratima atau patung adalah pengganti arca yang ada di Pura.
Menghaturkan Pemujaan
Setelah Melasti, umat Hindu akan mengusung pratima dan perlengkapannya menuju Balai Agung di setiap Desa Pakraman.
Tawur Agung
Pada setiap perempatan desa atau pemukiman akan mengandung lambang untuk menjaga keseimbangan. Keseimbangan yang dimaksud adalah Buana Alit, Buana Agung, manusia Bhuta, keseimbangan Dewa, serta merupah kekuatan bhuta menjadi dewa yang memiliki harapan untuk kesejahteraan dan kedamaian.
Nyepi
Umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian yang terdiri dari Amati Karya, Amati Geni, Amati Lelanguan, dan Amati Lelungan. Amati Karya adalah larangan melakukan pekerjaan, Amati Geni larangan untuk menyalakan api, menyalakan lampu, dan menunjukkan amarah. Amati Lelanguan merupakan larangan untuk bersenang-senang, dan Amati Lelungan merupakan larangan untuk melakukan perjalanan atau bepergian keluar rumah.
