Foto : kompas
Jenis-Jenis Beras Indonesia
Indonesia merupakan salah satu dari beberapa negara yang menjadi eksportir beras, terutama di kawasan Asia Tenggara. Di beberapa daerah di negara ini, Anda bahkan bisa melihat betapa luasnya persawahan, dan sebagian besar, mereka dimiliki secara pribadi oleh penduduk setempat atau pabrik beras yang terletak di dekat sawah tersebut. Tak bisa dipungkiri, beras/nasi menjadi makanan pokok di Indonesia. Berikut ini beberapa jenis beras yang di Indonesia :
Pandan Wangi
Foto: viva
Perbedaan utama antara beras ini dengan yang lainnya adalah aromanya. Aroma Pandan Wangi sangat harum. Baunya seperti daun pandan dan yang membedakan beras pandan ini dengan beras lainnya adalah bentuknya. Bentuk beras pada umumnya berbentuk lonjong, sedangkan bentuk pandan wangi ini lebih bulat. Aroma yang keluar dari pandan wangi ini alami, tidak ada bahan kimia yang digunakan dalam prosesnya.
Rojo Lele
Foto: kompas
Anda dapat dengan mudah mengenali jenis beras ini dari simbolnya, yaitu ikan lele yang sangat besar lengkap dengan kumisnya. Warna nasi rojo lele seperti susu putih, tidak seperti jenis pandan wangi, yang putih transparan.
Meski memiliki bentuk dan warna yang hampir mirip, nasi rojolele ini tidak berbau seperti Pandan Wangi. Jika Anda ingin membeli beras dengan harga terjangkau, rojo lele bisa menjadi kandidat yang tepat untuk Anda. Selain itu, di daerah Jawa Barat, beras jenis ini memiliki sebutan lain yaitu Beras Muncul.
IR 64
Foto: karyabaruindonesia
Jika beras rojo lele memiliki harga yang cukup terjangkau, beras jenis IR 64 memiliki harga yang lebih murah. Untuk mendapatkan beras ini cukup mudah, orang-orang biasanya menyebut nasi jenis ini sebagai nasi Setra Ramos. Rasanya enak saat dimasak, tetapi jangan simpan beras ini lebih dari 3 bulan, karena akan kadaluarsa.
Rasa dan bentuknya akan sangat berubah. Jadi, lebih baik memasaknya secepat mungkin tergantung pada kebutuhan Anda. Jangan menyimpan beras terlalu lama, atau beras ini akan “pecah” secara alami.
