Kue Indonesia Ini Sudah Dimakan Sejak Zaman Penjajahan Belanda Kue Indonesia Ini Sudah Dimakan Sejak Zaman Penjajahan Belanda

Foto: cookpad

  • RAA
  • Selasa, 08 Februari 2022 - 19:54 WIB

Kue Indonesia Ini Sudah Dimakan Sejak Zaman Penjajahan Belanda


Berada di Pulau Sulawesi bagian Utara, kota Gorontalo memiliki begitu banyak varian kuliner lezat tradisionalnya. Berikut ini beberapa diantaranya yang patut Anda coba :


Kue Karawo
Foto: detik

Kue ini merupakan salah satu oleh-oleh khas Gorontalo, yang penyajiannya dihias seperti motif Kain Karawo. Kue karawo terbuat dari campuran tepung terigu, telur, mentega, susu, gula, tepung maizena, dan vanili.

Setelah semua bahan diolah, selanjutnya adonan siap untuk dicetak. Adonan adonan kue yang dicetak menyesuaikan dengan selera, namun kebanyakan adonan berbentuk hati atau bulat. Setelah semua adonan sudah dicetak, adonan ini dipanggang di oven. Setelah dipanggang, barulah bagian atas kue dihias dengan krim.

Kue Sabongi
Foto: cookpad

Masih seputaran kue, sabongi merupakan warisan kuliner nenek moyang di Gorontalo sejak dahulu kala. Sejak zaman kerajaan Gorontalo hingga sekarang, kue tradisional ini masih dipertahankan keberadaannya. Sabongi memiliki cita rasa yang sangat khas. Kue ini dibuat dari pisang dan singkong, tapi kelezatannya tidak kalah dengan jajanan jaman sekarang. Di Gorontalo sangat jarang ada toko yang menjual kue ini, namun karena pembuatannya yang mudah, hampir semua orang Gorontalo bisa membuat kue ini.

Sayur Putungo
Foto: tribunnewswiki

Sayur Putungo merupakan masakan khas Gorontalo yang berbahan dasar jantung pisang. Sayur putungo ini juga termasuk masakan tradisional, seperti halnya kue sabongi. Mungkin di beberapa daerah lain juga memiliki kuliner dari olahan jantung pisang, hanya saja setiap daerah memiliki cara mengolah dan meramu bumbu yang berbeda-beda. 

Di Jawa masakan olahan jantung pisang ini dikenal dengan Ontong. Sayung Putungo di olah dengan berbagai macam cara, sesuaikan menu yang disandingkan dengan Putungo.  Pengolahannya biasanya dibuat dengan tumisan, santan, atau sekedar lalapan. Paling enak hidangan ini disantap dengan milu rebus atau milu bakar. Bisa juga disantap mentah kemudian di iris kecil-kecil dan dicampur sambal, lalu disantap dengan jagung.