Makanan Hasil Fermentasi Khas Indonesia Makanan Hasil Fermentasi Khas Indonesia

Foto: kompas

  • RAA
  • Jumat, 21 Januari 2022 - 14:54 WIB

Makanan Hasil Fermentasi Khas Indonesia


Makanan fermentasi Indonesia terdiri dari berbagai macam bahan seperti kedelai, biji-bijian, sayuran, buah-buahan, umbi-umbian, dan ikan.     

Di beberapa daerah di Indonesia, daging dan susu, khususnya susu kuda dan susu kerbau, umumnya telah dimanfaatkan sebagai bahan baku produk fermentasi.

Berikut ini beberapa produk fermentasi yang ada di Indonesia : 

Brem
Foto: pikiranrakyat

Brem terbuat dari beras ketan yang difermentasi dengan bantuan ragi Saccharomyces cerevisiae. Saat ini, ada dua jenis brem: brem padat dan cair.

Brem yang berasal dari Madiun, Jawa Timur ini memiliki warna putih kekuningan, rasa asam manis, dan bentuknya persegi. 

Sedangkan brem yang berasal dari Wonogiri, Jawa Tengah rasanya manis, berwarna putih, dan bentuknya bulat. Brem diklaim sebagai oleh-oleh khas dari dua kota tersebut. 


Oncom
Foto: kompas

Oncom adalah makanan fermentasi yang berasal dari Jawa Barat dan sangat terkenal di kalangan orang Sunda.

Ada dua jenis oncom: oncom merah dan oncom hitam. Oncom merah diproduksi dengan menggunakan bungkil tahu (bungkil kedelai dari tahu) dan difermentasi menggunakan jamur Neuspora intermedia var oncomensis.

Oncom hitam, di sisi lain, diproduksi menggunakan bungkil kacang yang terkadang dicampur dengan ampas singkong. Dibutuhkan dua hingga tiga hari untuk memfermentasi oncom.

Tape
Foto: merdeka

Peuyeum, atau dikenal sebagai tape, adalah makanan yang diproduksi menggunakan singkong yang difermentasi. Untuk membuat makanan ini, singkong harus dikukus sampai setengah matang dan kemudian ditaburi ragi sebelum dimasukkan ke dalam wadah yang rapat. Kemudian dibiarkan berfermentasi selama dua hingga tiga hari.