Makanan Fermentasi Ala Indonesia Makanan Fermentasi Ala Indonesia

Foto : kompas

  • RAA
  • Rabu, 19 Januari 2022 - 09:28 WIB

Makanan Fermentasi Ala Indonesia


Makanan fermentasi Indonesia terdiri dari berbagai macam bahan seperti kedelai, biji-bijian, sayuran, buah-buahan, umbi-umbian, dan ikan.     

Di beberapa daerah di Indonesia, daging dan susu, khususnya susu kuda dan susu kerbau, umumnya telah dimanfaatkan sebagai bahan baku produk fermentasi.

Berikut ini beberapa produk fermentasi yang ada di Indonesia : 


Pakasam
Foto: tribunnews

Hidangan ini adalah makanan fermentasi khas suku Banjar Kalimantan Selatan. Terbuat dari ikan air tawar seperti lele, ikan mas atau ikan tilapia.

Setelah ikan dibersihkan secara menyeluruh, ikan diasinkan dalam garam selama 48 jam. Selanjutnya ikan dicampur dengan beras ketan dan difermentasi selama tujuh hari dalam wadah plastik yang tertutup rapat. Biasanya, masyarakat Banjar akan memasak pakasam dengan cabai dan gula.


Dadiah
Foto: kompas

Dadiah dalam dialek Minangkabau atau dadih dalam bahasa Indonesia adalah susu fermentasi tradisional yang populer di kalangan masyarakat Sumatera Barat, Indonesia, dan Malaysia.

Dibuat dengan menuangkan susu kerbau segar, mentah, tidak dipanaskan ke dalam tabung bambu yang ditutup dengan daun pisang dan dibiarkan berfermentasi secara alami pada suhu kamar selama dua hari.

Susu difermentasi oleh bakteri laktat asli yang ditemukan dalam susu kerbau. Fermentasi alaminya menghasilkan berbagai jenis bakteri asam laktat yang terlibat dalam setiap fermentasi.

Bakteri asam laktat alami asli yang ditemukan dalam dadiah bisa berasal dari tabung bambu, susu kerbau, atau daun pisang.

Dadiah biasanya dikonsumsi untuk sarapan pagi, dicampur dengan ampiang dan gula aren. Dadiah juga bisa dimakan dengan nasi panas dan sambal.

Tempe
Foto: grid

Tempe bisa disebut sebagai makanan fermentasi paling terkenal di Indonesia. Hidangani adalah salah satu sumber protein yang paling disukai bagi para vegetarian.

Tempe dibuat dengan memfermentasi kedelai kuning dengan mikroba R. arrhizus, Rhizopus oryzae, dan R. microspora oligosporus. Umumnya prosesn fermentasi tempe dilakukan dalam plastik, daun pisang atau bungkus daun waru.