Makanan Liburan Natal Dari Berbagai Penjuru Nusantara Makanan Liburan Natal Dari Berbagai Penjuru Nusantara

Foto: sajiansedap

  • RAA
  • Sabtu, 01 Januari 2022 - 16:59 WIB

Makanan Liburan Natal Dari Berbagai Penjuru Nusantara


Makanan adalah salah satu aspek terpenting dari sebuah budaya. Setiap resep umumnya mencerminkan budaya. Hidangan yang disajikan saat hari Natal tidak terkecuali.

Hidangan Natal Indonesia bisa sangat tradisional khas daerah masing-masing, dimana resep masakannya diwariskan turun temurun ataupun resep masakan yang memiliki pengaruh dari Eropa.

Berikut ini adalah hidangan Natal tradisional Indonesia:

Bagea

Foto: tempo

Tak hanya makanan berat, cookies juga menjadi makanan wajib saat Natal. Kue bagea berbentuk bulat dengan warna coklat pucat.

Kue ini juga dibuat untuk hadiah Natal di Nusa Tenggara Timur.  Biasanya orang-orang mengemas kue ini dalam kemasan unik kemudian mengirimkannya ke rekan-rekan mereka ketika Natal tiba.

Bagea berbahan dasar Sagu ditambah gula halus, biji pati, tepung sagu, minyak sayur, tepung yang sudah diayak sebelumnya, ditambah kacang pati halus, bumbu kayu manis, dan bubuk cengkeh. Kue ini sangat nikmat dan pas dipadukan dengan teh atau kopi.

Woku Belanga
Foto: sajiansedap

Satu lagi hidangan natal yang berasal dari Manado, namanya woku belanga. Ikan ini terbuat dari ikan kerapu segar yang dimasak dengan bumbu dan rempah khas Indonesia.

Kuah woku belanga berwarna kuning dan tekstur kuahnya lebih kental dibandingkan ikan kuah kuning ambon.

Yang membuat sambal ikan ini harum dan enak adalah campuran daun kemangi, daun pandan dan daun jeruk.

Woku belanga biasanya disajikan dengan ayam rica-rica dan nasi putih. Hidangan Natal semakin nikmat dengan suguhan woku yang kaya akan rasa pedas ini.


Klappertaart
Foto: kompas

Selain terkenal dengan rica ayamnya, Manado juga terkenal dengan Klappertaart. Kue berbahan dasar kelapa, tepung terigu, susu, mentega, dan telur.

Asal usul Klappertaart sebenarnya berawal dari pendudukan Belanda di Manado. Penjajah Belanda membagikan resep kue ini kepada masyarakat Indonesia. Alhasil, hingga kini Klappertaart tetap menjadi sajian natal yang bisa disantap kapan saja.