Kue-Kue Tradisional Dari Berbagai Penjuru Indonesia Kue-Kue Tradisional Dari Berbagai Penjuru Indonesia

Foto: idntimes

  • RAA
  • Rabu, 24 November 2021 - 10:25 WIB

Kue-Kue Tradisional Dari Berbagai Penjuru Indonesia


Indonesia terkenal dengan ragam kulinernya. Selain dengan hidangan "berat" nya, Indonesia juga memiliki ragam kue tradisional yang lezat dan cocok dijadikan cemilan di sore hari.

Berikut ini beberapa diantaranya yang patut Anda coba : 

Clorot
Foto: idntimes

Clorot terbuat dari kue tepung beras yang manis dan lembut dengan santan, dibungkus dengan janur atau daun kelapa muda dan di bentuk kerucut.

Hidangan ini adalah cemilan manis tradisional yang populer yang biasa dikonsumsi di Indonesia, Malaysia dan Brunei. Proses pembuatannya dengan menggunakan gula aren, daun pandan, garam dan air direbus sampai matang dan dicampur dengan santan.

Kemudian dituangkan ke atas tepung beras dan tepung sagu atau tepung tapioka, dan diaduk rata. Janur atau daun kelapa muda digulung membentuk kerucut panjang, mirip terompet kecil, diikat dan diatur tegak.

Adonan manis yang kental-cair kemudian dimasukkan ke dalam daun kelapa tersebut hingga tiga perempat penuh. Kemudian bagian atas diisi dengan campuran santan, tepung beras dan garam. Kerucut yang sudah diisi ini kemudian dikukus selama kurang lebih 15 menit sampai adonan di dalam daun kelapa kerucut ini matang dan mengeras.


Kue Bagea
Foto: idntimes

Kue bagea atau bisa juga disebut kue sagu, adalah kue yang berasal dari Ternate di Maluku Utara, Indonesia.

Bentuknya bulat dan berwarna krem. Bagea memiliki tekstur keras yang dapat dilunakkan dalam teh atau air, agar lebih mudah dikunyah.

Kue Bangkit
Foto: cookpad

Kue bangkit  terbuat dari tepung sagu yang cukup populer di Indonesia khususnya di Riau dan Malaysia. Kue  ini memiliki berbagai macam warna, mulai dari putih, kekuningan hingga coklat, tergantung dari bahan tambahannya.

Bahan kue bangkit terdiri dari sagu atau tepung tapioka, santan kental, gula, kuning telur, daun pandan, margarin dan garam. Terkadang menggunakan ekstrak vanili dan gula aren  dapat digunakan untuk mendapatkan aroma yang lebih baik.

Tekstur kue bangkit sangat renyah dan cenderung rapuh. Adonan dicetak menggunakan cetakan kue kecil, dan selanjutnya kue tersebut dipanggang menggunakan oven.

Menyantap kue ini akan memberikan sensasi lumer di mulut. Namun, teksturnya tetap renyah saat dikunyah. Kue bangkit memiliki rasa yang manis dan gurih.