Varian Hidangan Klasik Yang Menjadi Bagian Budaya Bali (bagian 2)  Varian Hidangan Klasik Yang Menjadi Bagian Budaya Bali (bagian 2)

Foto : kompas

  • RAA
  • Senin, 19 Oktober 2020 - 15:32 WIB

Varian Hidangan Klasik Yang Menjadi Bagian Budaya Bali (bagian 2)


Kuliner juga merupakan bagian penting dari sejarah panjang budaya Bali. Berikut hidangan klasik Bali yang patut Anda coba :


1. Lawar


Foto : tribunewswiki
Lawar dibuat dengan mencampurkan daging cincang dengan aneka sayuran hijau dan kelapa parut. Sedangkan untuk dagingnya, pilihannya bisa daging sapi, ayam, bebek, babi, kura-kura, atau kombinasi keduanya. Orang Bali mengenal dua jenis lawar: merah dan putih. Lawar merah mendapat warna dari darah hewan yang ditambahkan ke dalam campuran, yang menambahkan rasa gurih dan umami ke seluruh hidangan. Lawar putih, sebaliknya, tidak mengandung darah dan sering kali daging diganti dengan nangka.

2. Bubur Mengguh


Foto : kintamani

Bubur Mengguh adalah sejenis bubur yang berasal dari Buleleng, Bali. Hidangan gurih ini menjadi santapan penting bagi masyarakat Bali karena merupakan salah satu suguhan wajib untuk disajikan pada festival atau upacara adat.

Bubur ini diperkaya dengan rempah-rempah, suwir ayam, kacang panggang, dan seledri. Seringkali bubur mengguh disajikan dengan urab, rujak sayur dengan kuah santan. Bubur mengguh hangat yang baru dimasak sangat cocok untuk sarapan atau sebagai santapan di hari hujan.

3. Nasi Jinggo


Foto : kompas

Meski disajikan dalam porsi kecil, nasi jinggo sudah menjadi bagian penting dari keseharian masyarakat setempat. Saking kecilnya, Anda bisa menaruh seporsi nasi jinggo di telapak tangan Anda, dan rasanya sudah pas. Terdiri dari nasi, sayuran, dan lauk serta bumbu yang dibungkus dengan daun pisang, nasi jinggo adalah alternatif makanan yang terjangkau bagi penduduk lokal dan turis. Biasanya pilihan lauknya adalah suwiran ayam, telur, atau mie. Wisatawan bisa menemukan nasi jinggo yang dijual dengan sepeda motor yang diparkir di pinggir jalan utama Bali.