Foto: hellosehat
Makan Sayur-Sayuran Berikut Untuk Mengurangi Risiko Penyakit
Sayuran terkenal baik untuk kesehatan. Sebagian besar sayuran rendah kalori dan tinggi vitamin, mineral, dan serat. Ada beberapa jenis sayuran dengan manfaat kesehatan tambahan yang telah terbukti manfaatnya, seperti kemampuan untuk melawan peradangan atau mengurangi risiko penyakit.
Berikut ini beberapa diantaranya :
Kangkung
Foto: merdeka
Seperti sayuran berdaun hijau lainnya, kangkung terkenal karena manfaatnya yang dapat meningkatkan kesehatan, termasuk kepadatan nutrisi dan kandungan antioksidannya. Secangkir (67 gram) kangkung mentah mengandung banyak vitamin B, kalium, kalsium, dan tembaga. Sayuran ini juga memenuhi seluruh kebutuhan harian Anda akan vitamin A, C dan K. Karena jumlah antioksidannya yang tinggi, kangkung juga bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan jantung.
Dalam sebuah penelitian tahun 2008, 32 pria dengan kolesterol tinggi minum 150 ml jus kangkung setiap hari selama 12 minggu. Pada akhir penelitian, kolesterol HDL meningkat 27%, kolesterol LDL menurun 10% dan aktivitas antioksidan pun meningkat.
Kacang Polong
Foto: hellosehat
Kacang polong merupakan sayuran yang memiliki zat tepung. Hal ini berarti kacang polong memiliki jumlah karbohidrat dan kalori yang lebih tinggi daripada sayuran non-tepung dan dapat memengaruhi kadar gula darah saat dikonsumsi dalam jumlah besar. Tetapi satu cangkir (160 gram) kacang polong yang dimasak mengandung 9 gram serat, 9 gram protein dan vitamin A, C dan K, riboflavin, thiamin, niacin, dan folat.
Karena kaya serat, kacang polong mendukung kesehatan pencernaan dengan meningkatkan bakteri menguntungkan di usus Anda dan mendorong kegiatan buang air besar secara teratur.
Lobak Swiss
Foto: kafekepo
Lobak Swiss rendah kalori tetapi kaya akan banyak vitamin dan mineral penting. Satu cangkir (36 gram) hanya mengandung 7 kalori namun 1 gram serat, 1 gram protein dan banyak vitamin A, C dan K, mangan dan magnesium. Lobak Swiss dikenal karena potensinya untuk mencegah kerusakan tubuh yang disebabkan oleh diabetes mellitus. Dalam satu penelitian pada hewan, ekstrak lobak dapat membalikkan efek diabetes dengan menurunkan kadar gula darah dan mencegah kerusakan sel dari radikal bebas penyebab penyakit.
Penelitian pada hewan lain menunjukkan bahwa kandungan antioksidan pada ekstrak lobak dapat melindungi hati dan ginjal dari efek negatif diabetes.
