Diet Paleo, Diet Ala Manusia Gua Diet Paleo, Diet Ala Manusia Gua

Foto: detik

  • RAA
  • Sabtu, 09 Oktober 2021 - 12:55 WIB

Diet Paleo, Diet Ala Manusia Gua


Diet paleo adalah salah satu jenis diet yang populer akhir-akhir ini. Nama itu sendiri mengingatkan kita pada paleontologi, sebuah studi ilmiah tentang kehidupan yang ada jutaan tahun yang lalu.

Nama diet inipun terinspirasi dari hal tersebut. Teori dari diet paleo adalah makan seperti manusia gua. Bagaimana itu mungkin? Berikut ini penjelasannya :

Fokus diet paleo adalah mengkonsumsi makanan alami dengan sedikit atau tanpa pemrosesan. Diet ini disebut juga sebagai diet Zaman Batu atau Diet Manusia Gua, dimana pada dasarnya diet ini menerapkan konsumsi makanan berprotein dan berserat tinggi.

Lorein Cordain, PhD, yang menulis buku tentang The Paleo Diet, mengklaim bahwa dengan makan seperti nenek moyang prasejarah kita, kita akan lebih ramping dan kecil kemungkinannya terkena diabetes, penyakit jantung, kanker, dan masalah kesehatan lainnya.

Diet paleo menggunakan makanan yang sama yang dikonsumsi oleh nenek moyang kita yaitu daging, makanan laut, sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan.

Selain makanan tersebut, Anda juga bisa mengonsumsi telur dan minyak yang lebih sehat, termasuk minyak zaitun dan minyak kelapa.

Cordain menyatakan bahwa diet ini menurunkan indeks glikemik tubuh, memiliki rasio asam lemak jenuh dan tak jenuh yang sehat, meningkatkan konsumsi vitamin dan nutrisi, dan mengandung keseimbangan protein, lemak, dan karbohidrat yang optimal.

Anda tidak bisa makan makanan olahan apa pun dalam diet ini seperti misalnya susu, gula halus, garam, kentang, minyak sayur olahan, kue, biskuit dan lain sebagainya.

Sumber energi yang disukai tubuh kita adalah lemak, karena lemak merupakan bahan bakar yang lambat terbakar dan lebih efisien untuk digunakan tubuh kita.

Namun karena sebagian besar makanan kita tinggi karbohidrat, tubuh kita membakar karbohidrat daripada lemak.

Ketika kita mengambil lebih banyak karbohidrat daripada yang dibutuhkan untuk energi, tubuh kita menyimpan sisanya sebagai lemak untuk digunakan nanti (ketika kita tidak makan selama berminggu-minggu).

Namun, sangat mustahil bagi kita untuk tidak makan selama berminggu-minggu. Kita hampir tidak pernah harus menggunakan simpanan lemak kita untuk energi, jadi alih-alih akhirnya membakar lemak, kita menambahkannya berulang-ulang (dengan makan secara teratur, dengan pola makan yang teratur). Inilah sebabnya mengapa obesitas terjadi.

Diet paleo menghilangkan karbohidrat sederhana ini dalam diet kita. Jadi, tubuh kita akan dipaksa untuk membakar lemak, yang nantinya berujung pada penurunan berat badan.