Lontong Cap Gomeh, Masakan Peranakan Tionghoa Indonesia Lontong Cap Gomeh, Masakan Peranakan Tionghoa Indonesia

Foto: cnn

  • RAA
  • Kamis, 07 Oktober 2021 - 18:39 WIB

Lontong Cap Gomeh, Masakan Peranakan Tionghoa Indonesia


Masakan Tionghoa memiliki pengaruh yang kuat pada masakan Indonesia. Mie goreng, bakso, siomay, lumpia merupakan contoh makanan-makanan yang memiliki pengaruh Tionghoa. Namun, tidak hanya masakan Indonesia, masakan Tionghoa yang merupakan peranakan Indonesia juga dipengaruhi oleh masakan asli Indonesia. Salah satunya, lontong cap gomeh.


Para imigran Tionghoa yang sudah menetap sejak lama di kota-kota pesisir utara Jawa, seperti Semarang, Pekalongan, Lasem, Tuban dan Surabaya. Mereka mulai menetap sejak periode Majapahit. Selama waktu itu hanya laki-laki Tionghoa yang menetap di Jawa dan mereka menikah dengan perempuan Jawa setempat dan menciptakan budaya Peranakan Jawa-Tionghoa.


Para imigran Tionghoa generasi awal ini telah terbiasa dengan masakan dari istri Jawa mereka. Untuk merayakan Tahun Baru Imlek, selama Cap go meh, peranakan Jawa mengganti yuanxiao (bola nasi) tradisional dengan lontong lokal disertai dengan berbagai hidangan Jawa seperti opor ayam dan sambal goreng ati.


Dipercaya bahwa hidangan tersebut mencerminkan asimilasi antara imigran Tionghoa dan masyarakat Jawa setempat. 

Lontong cap go meh dipercaya merupakan simbol keberuntungan; Lontong yang kental dinilai lebih kaya dibandingkan bubur encer yang sering diasosiasikan pada masa itu sebagai makanan orang kurang mampu.


Bentuk lontong yang memanjang juga melambangkan umur panjang. Sedangkan telur melambangkan rejeki, dan kunyit-santan berwarna kekuningan melambangkan emas dan rejeki.


Lontong cap go meh merupakan fenomena Peranakan-Jawa; peranakan di Semenanjung Malaya, Sumatra dan Kalimantan tidak familiar dengan hidangan ini. 


Hidangan ini biasa diasosiasikan dengan tradisi Imlek orang Indonesia Tionghoa di kota-kota di Jawa, khususnya Semarang. Karena orang Betawi (penduduk asli Jakarta) juga sangat dipengaruhi oleh budaya peranakan Tionghoa Indonesia, lontong cap go meh juga dianggap sebagai salah satu masakan Betawi.